SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membuka kegiatan Coaching Clinic dan Coaching Psychology Sport Medicine by The Expert yang diselenggarakan RS Mentari bekerja sama dengan KONI Kabupaten Tangerang, Kamis (1/9). Zaki berharap kegiatan yang berlangsung di GOR Indoor Stadium Sport Center Kelapa Dua itu dapat membantu pembangunan dunia olahraga di Kabupaten Tangerang.
Mantan atlet softball itu mengatakan Pemkab Tangerang membutuhkan kerja sama dengan rumah sakit bertaraf internasional untuk membangun dunia olahraga. Kerja sama itu dapat berupa konsultasi mau pun diskusi mengenai perkembangan pengobatan untuk olahraga di Indonesia. Untuk itu, Zaki menyambut baik kegiatan yang menghadirkan Med Pierre Hofer, pakar orthopedi kelas dunia dari RS ST Gallen Swiss tersebut.
“Saya atas nama pemerintah daerah menyambut baik kegiatan hari ini. Semoga kegiatan hari ini dapat membangun dunia olahraga di Kabupaten Tangerang. Dalam kesempatan itu, saya berharap RS Mentari dapat turut mengawasi atlet-atlet kami dan merawat atlet apabila mereka ada cedera,”ujar Bupati yang membuka kegiatan tersebut, kemarin pagi.
Direktur RS Mentari Evi Vania Bangun dalam sambutannya mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung pengobatan olahraga. Mulai dari membuat trauma center, mempersiapkan dokter orthopedi hingga menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang menjamin biaya pengobatan bagi para atlet Kabupaten Tangerang.
Langkah-langkah itu dilakukan setelah RS Mentari melihat bahwa mereka memiliki tetangga belakang rumah berupa stadion dan sport center. Untuk itu, kata Evi, RS Mentari menyiapkan segala sesuatunya sehingga apabila ada”tetangganya” membutuhkan layanan kesehatan, mereka siap memberikan pelayanan.
Menurut Evi, langkah lain yang dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan pihak lain. Diantaranya bekerja sama dengan RS ST Gallen yang merupakan rumah sakit kelas dunia karena menjadi rujukan bagi atlet olimpiade yang cedera.
“Kami bekerja sama dengan tim RS Gallen, berkolaborasi dan berusaha menciptakan layanan kesehatan olahraga kami sesuai dengan standarnya,”ujar Evi.
Berawal dari kolaborasi dengan RS ST Gallen itulah, RS Mentari kemudian menggandeng KONI Kabupaten Tangerang untuk mengadakan Coaching Clinic dan Coaching Psychology yang menghadirkan Med Pierre Hofer dan anggota timnya, Anastasia Dewi Kurniawan. Selain juga menghadirkan dokter orthopedi dari RS Mentari serta psikolog Dyah Larasati.
Med Pierre Hover dalam pemaparannya mengatakan sudah menangani berbagai cedera atlet. Mulai dari cedera bahu, lutut hingga engkel. Mantan pelatih tim Rowing Swiss yang menjadi juara olimpiade 1998 di Atalanta itu mengatakan cedera pada tulang bisa sembuh karena tubuh memiliki mekanisme untuk menyembuhkan diri sendiri. Namun, ada kalanya operasi harus dilakukan apabila cedera atlet sudah lebih parah.
Menurut Pierre Hover, setelah menjalani operasi, pasien wajib melakukan rehabilitasi. Dia meminta agar atlet yang telah dioperasi tidak meremehkan proses tersebut. Sebab, rehabilitasi memiliki pengaruh hingga 50 persen terhadap penyembuhan atlet.
Dalam kesempatan tersebut, Hover meminta agar para atlet menghindari cedera dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin pada saat latihan maupun pertandingan. Diantaranya dengan melakukan pemanasan dan pemulihan diri atau recovery yang cukup.
“Recovery adalah tanggung jawab atlet. Anda harus memastikan atlet beristirahat dengan cukup setelah melakukan latihan,”ujar Hover kepada pelatih dan asisten pelatih yang mengikuti kegiatan tersebut.
Psikolog Diah Larasati yang menjadi narasumber berbicara tentang pengelolaan stres sesaat sebelum pertandingan. Menurut Diah, atlet dapat diajak untuk melakukan relaksasi untuk menghilangkan stres jelang pertandingan. Selain itu juga bisa diajak berkomunikasi oleh para pelatih mau pun ofisial.
“Stres adalah alarm tubuh yang mengingatkan akan adanya ancaman. Kita perlu mengidentifikasi mengapa stress itu muncul. Sebelum melakukan langkah-langkah selanjutnya. Di saat pertandingan sebaiknya ajak atlet untuk relaksasi seperti menarik nafas panjang dan kemudian mengajaknya bicara sehingga stresnya dapat hilang,”ujar Diah.
Di akhir coaching clinic, dokter spesialis gizi dari RS Mentari, Monic memberikan sejumlah tips untuk menjaga asupan gizin para atlet. Diantaranya dengan memberikan makanan pokok dengan kalori, karbohidrat dan protein yang cukup. (gatot)