Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Kisah Surnata, Ketua Paguron Padepokan Badak Liar Melestarikan Silat Tjimande

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Jumat, 21 Okt 2022 10:30 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Kabupaten Pandeglang
Kisah Surnata, Ketua Paguron Padepokan Badak Liar Melestarikan Silat Tjimande

Surnata. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Kecintaan dan dedikasi Surnata terhadap pelestarian seni silat tjimande begitu mendalam. Warga Kampung Montor Kidul, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang sudah belajar ilmu bela diri khas Indonesia itu sejak berusia 12 tahun. Kini, di usianya yang mencapai 75 tahun, Abah Nata merupakan salah satu tokoh dalam pelestarian seni silat Tjimande. Bagaimana kisahnya?.

HERMAN SAPUTRA, Pandeglang

Hujan gerimis mengguyur Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, Sabtu (15/10) sore itu. Seorang pria berkulit keriput berikat romal di kepala melangkah kecil sembari memikul seikat kayu bakar. Kaus hitam lusuh dengan celana pangsi khas pendekar yang dikenakannya nampak basah diguyur gerimis.

Seikat kayu dari pundaknya itu kemudian disimpan di pelataran rumah disusul sebilah golok dari pinggangnya. Lalu golok itu ditaruh di atas kayu bakar yang baru saja didapat dari kebunnya. Pria berambut putih itu bernama Surnata atau dikenal akrab dengan sapaan Abah Nata, Ketua Paguron Padepokan Badak Liar.  

Rumah milik Surnata dihiasi beberapa ornamen dan alat musik khas Banten. Ada gendang, terompet dan gong di sekitar rumah yang juga menyatu dengan padepokan. Di sekitar padepokan terdapat sepasang kuda lumping yang terbuat dari serabut aren dan gabus pohon rumbia yang dihiasi pita dengan ornamen berwarna warni. Selain itu beberapa alat debus seperti palu dan paku raksasa, besi runcing dan sejumlah jarum peniti berukuran besar terpajang di sana. Sejumlah alat itu digunakan khusus saat pentas seni dan bagi orang profesional.

Sembari menyodorkan segelas kopi hitam, Surnata bercerita tentang kisahnya menggeluti seni silat tjimande.  Pria berusia 75 tahun itu mengaku sudah jatuh cinta dengan seni silat tjimande sejak berusia 12 tahun. Ia termotivasi untuk belajar lantaran masa-masa itu masih diwarnai sisa kolonialisme. Selain itu juga untuk menghadapi peristiwa G30-S PKI.

Baca Juga: Kabel Internet Semrawut di Pandeglang Bakal Ditertibkan Sepanjang 14 Km, Ini Skemanya

Ia belajar seni bela diri dari seorang guru silat sekaligus mengaji Kiai Mukamad yang ada di kampungnya. Dia belajar mengaji, bela diri, sampai tentang ilmu ketauhidan sebagaimana yang terkandung dalam ikrar atau pertalekan Tjimande. Dapat disimpulkan olehnya bahwa substansi ikrar Tjimande merupakan untuk kebaikan dan menjaga persaudaraan antar sesama bukan untuk pamer bersifat premanisme.

Itu pula yang dia lakukan saat ini. Dia tak hanya mengajarkan seni tari bela diri silat tjimande kepada para remaja dan anak-anak, namun juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya.

BeritaTerbaru

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani beserta jajaran pejabat Forkopimda, didampingi Ketua Panitia Pelaksana HSN 2026, M. Muamar, menyapa peserta upacara, Kamis (22/10/2026). (ISTIMEWA)

Puncak Peringatan HSN 2026 di Pandeglang, Santri Didorong untuk Terus Berinovasi

Kamis, 22 Okt 2026 15:38 WIB
BERBINCANG : Gubernur Banten Andra Soni (kanan), berbincang disela peringatan Hari Santri Nasional 2026. (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Rancang Pergub Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Okt 2026 15:03 WIB
Beri Beasiswa 100 Santri, Pemkab Lebak Kucurkan Rp 1 Miliar

Beri Beasiswa 100 Santri, Pemkab Lebak Kucurkan Rp 1 Miliar

Kamis, 22 Okt 2026 14:48 WIB

Disdukcapil Kabupaten Serang Perpanjang Kerjasama TIKI

Kamis, 22 Okt 2026 12:40 WIB

“Karena silat merupakan seni bela diri turun temurun yang harus dilestarikan agar tidak punah. Pada dasarnya untuk kesehatan jiwa dan raga,” ujar pria bercucu empat itu.

Surnata kembali bercerita. Di masa menjelang dewasa, dia ikut merantau dengan orang-orang terdekat dengan tujuan untuk mencari jalan kehidupan kelak di masa depan. Tahun 1980-an ia menginjakkan kaki di Pulau Sumatra tepatnya di Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Tujuannya untuk mencari kehidupan dengan cara bertani dan berkebun di daerah tersebut.

Seiring waktu diketahui bahwa Nata mahir dalam seni bela diri. Sehingga banyak warga yang berdatangan ingin belajar silat dari asal suku dan daerah berbeda-beda. Diantaranya ada yang dari Sumatera, Jawa, dan Bugis. Ia pun merasa bersyukur dapat melestarikan seni bela diri dengan mengajarkan pada orang lain. Dengan tujuan untuk memperbanyak ikatan saudara dan membantu untuk menjaga kerukunan antar sesama.

Di tahun-tahun 1980 hingga 1985-an, kata dia, bentrok antar suku tidak terhindarkan di banyak daerah. Seperti yang terjadi antara suku Lampung dengan Bugis. Lantaran dirinya dikenal sebagai guru silat asal Banten diminta penduduk sekitar asal Lampung untuk membantu mendamaikan. Dengan penuh pertimbangan dan melihat kegaduhan yang ada, akhirnya dia bersedia dan memanggil dan menemui para pimpinan kelompok antar suku pembuat onar tersebut untuk mengajak diskusi.

Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang

“Sempat saling ancam mengancam. Kita juga tidak mau kalah. Kalau tidak mau damai saya bilang maka siapapun yang membuat onar akan berurusan dengan kami. Akhirnya saat itu sedikit demi sedikit terjadinya bentrokan berkurang,” katanya.

Sisi lain, ungkap Nata, dengan kondisi krisis ekonomi masyarakat di setap wilayah, baik di Banten maupun di Sumatera pada tahun 1980-1982 itu. Gejolak sosial cukup menghawatirkan seperti maraknya aksi perampokan, gerombolan di mana-mana. Petugas keamanan masa pemerintahan Presiden Soeharto saat itu sangat kewalahan menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masyarakat.

Aksi peristiwa perampokan di Pulau Sumatra tepatnya di Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, nyaris terjadi setiap malam. Masyarakat resah. Karena yang menjadi sasaran harga benda berharga seperti beras, hasil panen, dan ternak.

Saat itu, kata dia, seorang komandan TNI meminta berkolaborasi menjalankan program Sapujagat dengen tujuan membersihkan keonaran dan perampokan yang marak di Sumatera. Dia pun bersedia, akhirnya sejumlah muridnya dalam seni bela diri di kumpulan di kawasan itu untuk bergabung dengan TNI dalam menjaga keamanan lingkungan. Termasuk dirinya bersama TNI digunakan sebagai penunjuk arah dari Lampung hingga Palembang untuk mencari gembong-gembong perampok.

“Sekitar tahun 82 saya diminta oleh TNI, untuk menjadi penunjuk arah, untuk menumpas para perampok yang marak di Sumatera, mulai dari Lampung sampai Palembang,” uajrnya.

Selain mendidik seni bela diri di Lampung, kiprahnya sebagai pelestari berlanjut di Tanjung Priuk, Jakarta. Sehingga dia kini memiliki banyak murid dari berbagai daerah.

“Di situ mulai banyak ada dari Bandung, Bogor, Lampung, Sulawesi, dan tak sedikit dari Banten. Kemudian sepulang dari Jakarta pada 1985, ia kembangkan seni tersebut di kampung halaman,” kata pria ramah itu.  

Sepulang dari Tanjung Priok Jakarta Utara, sekira 1996 sebelum pasca reformasi 98 turunnya rezim Soeharto, Abah Nata lebih banyak melestarikan budaya seni tari silat Tjimande di kampung halaman. Letaknya di Kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.

Jika ingin mengunjungi padepokan dari arah Alun-alun Pandeglang harus menempuh 30 sampai 35 kilometer menuju arah Labuan. Sementara  jika dari Terminal Bus Labuan hanya 10 kilometer menuju Kota Pandeglang sebelum bertemu dengan pertigaan Montor. Dari situ hanya berjarak 500 meter menuju Kecamatan Pagelaran.

Saat ini, Surnata menghabiskan waktunya dengan berkebun dan bertani. Namun dia tidak pernah meninggalkan hobinya dalam kesenian tari silat. Latihan untuk anak-anak dipimpinnya setiap Minggu malam setelah mengaji. Sedangkan latihan untuk pemuda dan orang dewasa dilakukan pada malam Jumat secara rutin.  

 Selain latihan, Abah Nata selaku Pimpinan Paguron Padepokan Badak Liar bersama anggotanya kerap memenuhi panggilan warga dalam pertunjukan seni tari silat dan debus. Biasanya dia diundang menghibur masyarakat seperti di acara khitanan atau pernikahan serta pesta rakyat lainnya. Seperti ikut memeriahkan HUT RI di lapangan Alun-alun Pagelaran. Dalam setiap pertunjukan Surnata selalu mendapatkan sambutan meriah bagi para penonton.

Biasanya, Surnata menujukkan kebolehan setelah pertunjukan arak-arakan seni kuda lumping dilaksanakan. Bermodalkan sebilah golok yang diiris ke tangan serta lidah yang ditusuk jarum berukuran 10 centimeter, dia memukau penonton. Demikian juga ketika  Abah Nata memanjat satu manggar kelapa muda. Di hadapan penonton kelapa muda dikupas dan keluar puluhan kelelawar dari dalamnya.

Dia berharap seni budaya pencak silat dapat dimasukkan dalam ekstra kurikuler atau pelajaran muatan lokal di sejumlah sekolah. Baik di tingkat SD dan SMP. Karena dia meyakini kegiatan seni tari silat itu merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga agar tidak mengalami kepunahan. Pendidikan seni bela diri itu juga dapat efektif dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak didik. Karena isi dalam setiap jurus tjimande merupakan sumber kebenaran hidup keseharian. Seperti jumlah jurus ada 17 merupakan lembaga kemerdekaan dan juga jumlah rakaat dalam salat. (gatot)

Tags: paguronpandeglangtjimande
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Rayakan HSN, Ribuan Santri Lebak Murak Liwet

Kamis, 22 Okt 2026 12:10 WIB
TENGGELAM : Petugas patroli laut melihat KMP Batumandi tenggelam di perairan Merak usai terbakar hebat beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
Banten Region

KMP Batumandi Tenggelam, Investigasi Pascakebakaran Tidak Bisa Dilakukan

Kamis, 22 Okt 2026 11:10 WIB
Pemkab Tangerang Berencana Perluas Sekolah Gratis ke Madrasah Swasta
Headline

Pemkab Tangerang Berencana Perluas Sekolah Gratis ke Madrasah Swasta

Kamis, 22 Okt 2026 07:51 WIB
Pemkot Tangsel Desak Pengelola WTP Serpong Lagoon Ganti Rugi
Headline

Pemkot Tangsel Desak Pengelola WTP Serpong Lagoon Ganti Rugi

Kamis, 22 Okt 2026 07:44 WIB
FOTO BERSAMA - Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto (tengah) berfoto bersama dengan Ketua SMSI Kabupaten Pandeglang, Abdul Aziz (kiri), dan Penasehat SMSI Provinsi Banten, Nana S Amdan (kanan), di halaman depan Sekber SMSI - PWI Kabupaten Pandeglang, Rabu (21/10/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Disdikpora Pandeglang Bangun Kolaborasi dengan PWI-SMSI

Rabu, 21 Okt 2026 18:56 WIB
HPL Tanah Baduy 5.161 Hektare, Begini Harapan Wakil Bupati Lebak
Banten Region

HPL Tanah Baduy 5.161 Hektare, Begini Harapan Wakil Bupati Lebak

Rabu, 21 Okt 2026 18:40 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

H. Wasit Aulawi

Hari Santri Nasional 2026: Santri Kabupaten Serang, Pewaris Syaikh Nawawi al-Bantani dan Pemimpin Masa Depan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 16:44 WIB
Skrining HIV di Rutan Klas 1 Tangerang, Dua Warga Binaan Positif

Skrining HIV di Rutan Klas 1 Tangerang, Dua Warga Binaan Positif

Selasa, 20 Okt 2026 20:09 WIB
Pemprov Banten Ajukan Perubahan Perda Barang Milik Daerah

Pemprov Banten Ajukan Perubahan Perda Barang Milik Daerah

Rabu, 21 Okt 2026 08:42 WIB
PUPR Banten Bakal Bangun U-turn Terlindung di Jalan Raya Serpong Akhir Oktober

Dinas PUPR Banten Bakal Bangun U-turn Terlindung di Jalan Raya Serpong Akhir Oktober

Selasa, 20 Okt 2026 16:17 WIB
Dukung Penambahan Anggaran Sekolah Gratis di Banten, Yeremia: Harus Direncanakan Secara Matang

Dukung Penambahan Anggaran Sekolah Gratis di Banten, Yeremia: Harus Direncanakan Secara Matang

Senin, 19 Okt 2026 11:47 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.