SATELITNEWS.COM, CISAUK—Warga Kampung Cibogo RW17, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, berharap tebing pembangunan Perumahan Serpong Garden segera diturap. Karena dikhawatirkan terjadi longsor yang merugikan masyarakat sekitar.
Salah satu warga Kampung Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Jamaludin mengatakan, bahwa masyarakat merasa sangat ketakutan ketika hujan deras tiba. Pasalnya, proyek pembangunan perumahan yang mengeruk tanah tersebut menciptakan tebing yang cukup tinggi.
Bahkan ketinggian hingga mencapai tiga meter. Maka dari itu, ketika hujan turun dikhawatirkan tanah tersebut bergeser dan mengakibatkan rumah warga yang di sekitar ikut terseret.
“Warga selalu ketakutan. Bahkan semalam saja pas hujan, saya nggak berani tidur. Karena takut longsor,” kata Jamaludin kepada Satelit News, Rabu (30/11).
Lanjut Jamaludin, dia berharap pihak pengembang segera membangun turap agar tebing tanah tersebut tidak terjadi longsor. Pasalnya, sudah satu bulan tebing tanah tersebut belum diturap. “Udah ada satu bulan, tapi belum diturap,” katanya.
Selain rumah warga, tebing tanah akibat pembangunan Perumahan Serpong Garden itu juga, berdekatan lokasinya dengan SDN Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk.
Baca Juga: Hendak Belanja Sayur, Motor Warga Cisauk Tangerang Digondol Maling
Sementara itu, Kepala SDN Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Sopiah mengatakan, dirinya pun merasa sangat khawatir terhadap keselamatan anak didiknya. Pasalnya, tebing tanah tersebut bisa saja sewaktu-waktu longsor. Sehingga bisa membahayakan nyawa anak didiknya.
“Murid kita ada 400 kurang lebih. Kami takut ketika sedang melakukan kegiatan belajar mengajar terjadi longsor,,” katanya.
Kata Sopiah, para wali murid juga selalu mendesak dirinya agar mengajukan turap kepada pihak pengembang dan juga pemerintah setempat. “Wali murid juga banyak yang minta saya untuk mengajukan turap segera dibangun, karena khawatir anaknya menjadi korban longsor,” katanya.
Sopiah berharap, pembangunan turap bisa segera dikerjakan, sehingga dirinya tidak merasa khawatir. Dia mengaku sudah mengadukan persoalan tersebut kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan.
“Kami intinya berharap, bisa segera dibangun turap. Saya juga sudah melaporkan hal ini kepada desa dan kecamatan. Rencananya nanti Jumat (2/12) mendatang dilakukan rapat koordinasi di kantor kecamatan,” katanya. (alfian/aditya)

















