SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Institut Asyifa Indonesia (IASI) merayakan usia 1 Tahun pada Selasa 22 September 2026. Momentum tersebut ditandai dengan syukuran Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan milad pertama IASI bersama keluarga besar kampus, mahasiswa, serta sejumlah mitra sekolah. Acara digelar di kampus Kota Tangerang, Gg Hj. Halimah RT.002/RW.001, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang.
Rektor Institut Asyifa Indonesia, Dr Mahmudin, mengatakan peringatan 1 tahun tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengevaluasi capaian kampus sejak berdiri. “Kami ingin terus membangun kerja sama yang baik dengan para mitra dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujar Mahmudin kepada para awak media.
Menurut pria yang karib disapa Dika itu, dalam tiga tahun ke depan IASI menargetkan diri menjadi kampus berskala nasional yang mampu menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Target tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, mutu lulusan, akreditasi, serta pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Mahmudin mengatakan IASI juga akan memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, baik di Banten, Jawa Barat maupun daerah lainnya. Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada dukungan pendidikan, tetapi juga membuka akses mahasiswa terhadap program beasiswa, praktik kerja lapangan (PKL), kuliah kerja nyata (KKN), hingga peluang kerja. “Harapannya Institut Asyifa Indonesia terus maju, meningkatkan kualitas dalam segi akreditasi, mutu, dan kualitas lulusan,” katanya.
Saat ini, kata Dika, IASI telah menjalin kerja sama dengan lima pemerintah daerah di Provinsi Banten, delapan pemerintah daerah di Jawa Barat, dan empat pemerintah daerah di Yogyakarta. Selain pemerintah daerah, IASI juga membangun jejaring dengan sejumlah lembaga dan perusahaan. Menurut Mahmudin, kerja sama tersebut diarahkan agar kompetensi lulusan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan pemerintahan.
Dari sisi sarana dan prasarana, Mahmudin menyebut IASI telah memiliki perpustakaan yang tersertifikasi Perpustakaan Nasional. Laboratorium kampus juga dikembangkan mengikuti standar yang ditetapkan dalam proses akreditasi.
Baca Juga: Wisuda Lulusan Bidan Perdana, Institut Asyifa Indonesia Minta Alumni Jangan Gaptek
Di sisi sumber daya manusia, sejumlah dosen IASI saat ini tengah melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik kampus. “Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kami sudah meraih beberapa prestasi. Semoga dalam tiga tahun ke depan semakin banyak prestasi yang dapat dirasakan langsung oleh para lulusan dan masyarakat pada umumnya,” ujar Mahmudin. (made)















