SATELITNEWS.COM, SERANG–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, akan membeli benih kedelai varietas mikroba google (Migo), untuk di tanam oleh para petani. Lahan yang akan di tanam kacang kedelai, seluas 500 hektar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, kedelai varietas Migo ini merupakan hasil pengembangan Prof Ali Zum Mashar. Saat ini kedelai tersebut sudah tersertifikasi.
“Sesuai instruksi Bupati bahwa Kabupaten Serang ingin dijadikan sentra kedelai. Bibit kedelai varietas Migo sudah selesai proses sertifikasi dan telah dilakukan pendaftaran benih Migo dari Prof Ali Zum Mashar,” kata Zaldi, Sabtu (7/1/2023).
Dengan telah bersertifikat kacang kedelai migo dan sudah masuk katalog lokal, kata Zaldi tahun ini pihaknya sudah bisa mulai belanja benih. “Atas dukungan bupati sudah selesai, sudah keluar (sertifikat) dan terakhir saya dengar disampaikan pak sekda dan bupati sudah masuk katalog lokal. Sehingga tahun ini kita sudah bisa mulai belanja benih Prof Ali Zum Mashar (kedelai Migo),” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jika melihat kebutuhan benih untuk Kabupaten Serang benih yang akan dilakukan pengadaan sekitar 25 ton untuk tanam 500 hektar.
Adapun untuk kesiapan lahan sudah dilakukan sejak tahun 2022. Kemudian untuk petani pun sudah siap, namun karena hujan terus menerus di beberapa lokasi maka penanaman tidak dimungkinkan.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
“Tapi insyallah tahun ini siap ditanam untuk dijadikan benih berikutnya. Itu ada di Cinangka, Padarincang, Mancak, Ciomas, Petir, Cikeusal, Anyer. Petani sudah siap,” ujarnya.
Zaldi mengatakan, untuk panen kedelai Migo sendiri sifatnya genjah hanya 75 hari. Sehingga dalam setahun bisa tiga kali tanam tergantung kondisi lahan.
“Kalau untuk benih ada kegiatan sortasi benih gak seperti untuk konsumsi. Memang prosedur agak lebih rumit dari biasanya tapi petani kita sudah biasa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, kacang kedelai migo ini memiliki potensi yang tinggi. Jika dibandingkan kedelai biasa di Kabupaten Serang produktivitas panen hanya 1 ton per hektar. Namun untuk Migo, bisa diatas tiga ton per hektar.
“Jadi kalau melihat potensi ini bisa tiga kali lipat, harga kedelai karena iklim ekstrin di luar negeri kemudian dampak perang Rusia Ukraina ini sudah diatas Rp 12-13 ribu,” pungkasnya. (sidik)
























