SATELITNEWS, SOLEAR – Warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, menggagalkan segerombolan pelajar SMP yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Jembatan Kirana 2 Argo Subur, Kamis (12/1).
Sekretaris Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Agung Budiyatna mengatakan, pada saat itu sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba ada segerombolan anak-anak sekolah yang masih duduk di bangku SMP berkumpul. Merasa curiga, warga menghampiri dan menanyakan tujuan pelajar itu berkumpul.
“Saat dihampiri dan ditanya-tanya mereka merasa ketakutan dan risih. Benar saja, saat ditelisik lebih dalam, mereka ini hendak tawuran. Akhirnya terpaksa dibubarkan,” kata Sekretaris Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Agung kepada Satelit News, Kamis (12/1).
Saat diperiksa oleh warga, bahkan diantara mereka ada yang membawa senjata tajam jenis celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran. Pelajar yang membawa sajam sempat diamankan warga dan mereka mengaku berasal dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 (SMPN 4) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Solpat.
“Ada 4 sajam yang diamankan, dan satu lagi senjata tumpul seperti pentungan,” katanya.
Agar tidak ada lagi aksi tawuran pelajar, Sekdes pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Cisoka. Empat pelajar yang membawa sajam telah diserahkan kepada pihak sekolah.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
“Saya sudah infokan ke Polsek Cisoka, sementara Sajam itu saya serahkan kepada pihak sekolah SMPN 4 Solear,” tandasnya.
Kepala Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Agus Setyantoro menambahkan, dia meminta kepada masyarakat khususnya warga Pasanggrahan, agar selalu mengawasi anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP ataupun SMA. Sehingga tidak menjadi pelaku tawuran pelajar ataupun gengster, yang saat ini menjadi wabah yang meresahkan warga.
“Peranan orang tua yang paling utama dalam mengontrol dan mengawasi putra-putrinya. Jangan sampai menjadi korban tindakan tawuran antar pelajar,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi oleh Satelit News, Kapolsek Cisoka AKP Edi Sumantri tidak memberikan komentar apapun. Selain itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga belum memberikan komentar apapun perihal adanya pelajar SMP yang hendak tawuran dengan senjata tajam, namun berhasil digagalkan warga Desa Pasanggrahan. (alfian/aditya)
























