SATELITNEWS.COM, SERANG–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, menyurati Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian (BBWSC3), terkait abrasi yang mengancam pemukiman warga di Desa Bojongcatang, Kecamatan Tunjung Teja. Dengan harapan, segera ada penanganan.
Plt Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, abrasi yang terjadi di bantaran Sungai Ciujung yang berlokasi di Desa Bojongcatang, panjangnya mencapai sekitar satu kilometer.
Kata Yadi, kondisi tersebut membuat warga setempat khawatir. Karena jika semakin lama dibiarkan, bisa berdampak terhadap pemukiman warga yang berada dekat dengan aliran sungai.
“Kita sudah berkirim surat ke Balai Besar minggu kemarin. Karena, itu kewenangan Balai Besar. Tapi memang belum ada balasan,” kata Yadi, saat ditemui di kantornya, Selasa (17/1/2023).
Yadi menuturkan, warga menyampaikan kepadanya agar persoalan abrasi tersebut segera ditangani. Oleh karena itu, ia pun berharap kepada Balai Besar untuk dapat membuat kajian teknis, apakah dibuat konstruksi dengan menggunakan beronjong atau betonisasi.
“Yang mengerjakan Balai. Namun, kita juga tetap sifatnya melayani. Karena, ini berada di wilayah Kabupaten Serang,” ujarnya.
Baca Juga: 32 Perusahaan Di Banten Berstatus Tidak Taat Lingkungan
Sementara, Kepala Urusan Perencanaan Desa Bojongcatang, Kecamatan Tunjung Teja, Amin Nazili menyatakan, ada dua kampung di Desa Bojongcatang yang terkena abrasi Sungai Ciujung. Akibat abrasi tersebut, salah satu rumah warga yang bagian dapurnya harus dirobohkan.
Karena khawatir terseret arus Sungai, hingga merembet ke semua bangunan rumahnya. “Jadi tanahnya sudah sedikit-sedikit tergerus, panjangnya sekitar satu kilo yang kena abrasi. Lokasinya ada di dua kampung, di Kampung Sawah dan Kampung Ajang,” ujarnya.
Amin mengungkapkan, jarak antara Sungai Ciujung dengan rumah warga sekarang ini kurang dari satu meter. Sehingga, jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan menggerus rumah warga.
“Harapannya, pemerintah setempat mengajukan dan mengawal supaya balai cepat memperhatikan kondisi sekarang ini. Pengen segera dipasang beton, dengan kontruksi tiang pancang, supaya kuat,” pungkasnya. (sidik)
























