SATELITNEWS.COM, SERANG–Penyakit campak kembali muncul dan menyerang sebagian besar Balita di Banten, pasca Pandemi Covid-19. Padahal, penyakit itu sejatinya sudah tidak muncul lagi. Karena, sudah tertangani dengan baik. Sehingga ketika muncul kembali, maka itu dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, penyakit yang terdeteksi dua tahun sekali itu, pada tahun 2022 lalu tercatat Balita yang suspek Campak mencapai 966 kasus. Dari jumlah itu, setelah dilakukan pengecekan di laboratorium terdapat 173 Balita yang positif mengidap campak.
Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, dari jumlah 173 yang positif itu paling banyak ditemukan di Kota Serang sebanyak 64 kasus, kemudian Kabupaten Serang 31 dan Pandeglang 29 kasus.
“Daerah lainnya juga ada. Tapi di bawah angka 16. Pun dengan daerah-daerah di luar Provinsi Banten,” kata Ati, akhir pekan lalu.
Kata Ati, jumlah itu merupakan data tahun 2022, dan untuk tahun 2023 ini pihaknya sudah menemukan sebanyak 161 kasus suspek Campak yang masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium.
“Angka kematiannya belum ada. Semuanya masih bisa tertangani,” tambahnya.
Baca Juga: RSUD Labuan Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Diakui Ati, angka suspek Campak tahun 2022 itu meningkat tajam lantaran selama dua tahun sebelumnya, angka imunisasi yang dilakukan jauh menurun tajam. Mengingat, pada saat itu masih dalam pembatasan kegiatan karena Pandemi Covid-19.
“Tahun 2020 – 2021, imunisasi yang kita lakukan jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Maka dari itu, lanjut Ati, sejak tahun kemarin kita menggencarkan kegiatan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang menyasar baik anak-anak Balita maupun anak-anak sekolah.
“Karena dengan imunisasi dasar lengkap itu, potensi terjadinya campak bisa dicegah,” tandasnya.
Ditegaskan Ati, capaian imunisasi dasar lengkap pada tahun 2022 di Provinsi Banten sudah melebihi target yakni 105 persen, jauh lebih baik dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.
“Begitu juga pada saat tahun 2021, imunisasi kita mencapai 94 persen sementara daerah lainnya dibawah itu,” ucapnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2030
Ditambahkanya, ada beberapa gejala Campak yang ditemukan pada penderita yang sudah suspek, seperti demam, kemudian disertai dengan flu dan batuk serta ispa. Beberapa hari kemudian, muncul bercak-bercak merah, pertama biasanya diarea muka, badan dan menyebar ke bagian lainnya. Menjelang sembuh, bercak merah itu kemudian akan menghitam.
“Penanganannya bagaimana ?, daya tahan tubuh tetap terjaga. Makanya, harus banyak makanan yang mengandung gizi tinggi. InsyaAllah semuanya bisa kita tangani,” pungkasnya. (mg2)
