SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Dinamika Survei Indonesia (DSI) melakukan penelitian dengan objek para warga pasar tradisional dan pasar modern (mal). Pasar tradisional dan mal dipilih karena menjadi penggerak utama roda perekonomian.
Direktur Eksekutif DSI, Permadi Yuswiryanto mengatakan, dalam penelitian ini terdapat stakeholder primer dan sekunder. Stakeholder primer antara lain para pedagang pasar tradisional dan mal. Sedangkan stakeholder sekunder yang terdiri dari pembeli.
“Hasil temuan survei pada stakeholder pasar tradisional dan mal, selama 2 tahun lalu begitu merasakan pengaruh dari adanya Covid-19 yang sangat memengaruhi aktivitas dan pendapatan mereka,” kata Permadi, dalam keterangannya, Senin (13/3).
Kendati demikian, mayoritas warga pasar tradisional dan mal puas terhadap kebijakan Pemerintah dalam pemulihan aktivitas ekonomi. “Sebanyak 89,9 persen puas dengan kebijakan Pemerintah dalam pemulihan aktivitas di pasar dan mal,” ucap Permadi.
Permadi menjelaskan, nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling dikenal stakeholder pasar dan mal. Sebanyak 57,7 persen stakeholder pasar dan mal sangat tahu dan menunggu kebijakan kebijakan yang akan dikeluarkan Airlangga.
Selanjutnya, kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama Covid sebesar 8,9 persen, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 8,7 persen, Anies Baswedan (saat masih menjabat Gubernur DKI) 7,2 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 6,7 persen.
Dalam survei juga ditemukan sebanyak 78,7 persen stakeholder pasar tradisional dan mal menyatakan tugas polisi sangat membantu dalam upaya pemulihan aktivitas jual beli di pasar dan mal. Kemudian, sebanyak 21,3 persen menyatakan satpol PP ikut serta dalam pemulihan aktivitas pasar dan mal.
Survei ini dilakukan dalam rentang 25 Februari hingga 8 Maret 2023. Responden terdiri dari para stakeholder di pasar tradisional dan mal yaitu para pekerja di sektor formal, informal, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional dan penjaga toko, dengan jumlah responden sebanyak 2.280 orang yang sudah berumur 17 tahun ke atas dan tersebar di 32 provinsi di Indonesia. (rm)