SATELITNEWS.COM, JAKARTA— Presiden Jokowi mengaku dibikin pusing oleh urusan bola, dalam dua pekan terakhir. Klimaksnya, saat status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, dibatalkan oleh Organisasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada Rabu (29/3).
Dia pun lantas mengungkapkan, betapa sulitnya perjalanan mendapatkan status tuan rumah Piala Dunia U20, event terbesar kedua FIFA.
“Pusing betul itu. Karena proses untuk menjadi tuan rumah itu sulit sekali. Yang mengajukan jadi tuan rumah, bukan cuma satu dua, tapi puluhan. Kita lobi sana lobi sini, untuk menyampaikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas. Hingga akhirnya, Indonesia terpilih dari tiga negara,” ujar Jokowi, dalam acara Silaturahmi Ramadan di Rumah PAN, Jakarta, Minggu (2/4).
“Persiapan kita lebih dari tiga tahun. Lapangannya dicek, diperbaiki, dicek lagi,” imbuhnya.
Dia pun menyinggung soal garansi penyelenggaraan Piala Dunia U20 oleh tuan rumah, baik itu country host guarantee atau city host guarantee. Garansi itu telah diteken hingga ke tingkat Pemprov dan Pemkot.
“Di situ sudah tercantum semuanya. Apa-apa yang harus kita komitmenkan, sudah kita tandatangani,” tutur Jokowi.
“Tapi, ya itu sudah jadi kehendak Allah. Kita terima sebagai sebuah pembelajaran, agar tidak terjadi lagi. Itu pelajaran yang bisa kita ambil dari urusan bola,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Jokowi menyempatkan diri untuk mendengarkan curahan hati para pemain tim nasional sepak bola U-20 Indonesia setelah batal berlaga di Piala Dunia U-20 2023.
“Saya menanyakan kepada para pemain apakah ada hal yang bisa saya dengar mengenai keinginan-keinginan,” kata Jokowi pada konferensi pers setelah bertemu dengan para pemain timnas U-20 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/4).
Jokowi menjelaskan beberapa pemain menyampaikan ingin kuliah, kemudian ingin ada yang menjadi anggota Polri dan TNI. Sementara beberapa pemain lainnya ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Jokowi meminta para pemain muda tim nasional U-20 Indonesia agar tidak patah semangat, karena kesempatan bagi mereka untuk meniti masa depan masih panjang. Pada bidang olahraga, kata Jokowi, masih terdapat berbagai kejuaraan seperti SEA Games, Asian Games, Piala AFF, atau Olimpiade.
“Agar mereka tidak larut terus dalam kekecewaan dan kesedihan,tadi saya sampaikan bahwa ke depan kita ingin memiliki tim yang dibangun sejak awal secara terus menerus, berkepanjangan, sehingga kita bisa mendapatkan sebuah tim nasional yang betul-betul siap,” ujarnya. (rm)