SATELITNEWS.COM, SERANG – Tingkat kunjungan wisatawan ke Provinsi Banten selama libur Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, tidak mencapai target yang direncanakan. Pada momen libur panjang itu, Pemprov menargetkan kunjungan sebanyak 5 juta wisatawan, namun dalam realisasinya hanya tercapai 2,9 juta.
Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Al Hamidi mengklaim, jumlah itu belum termasuk pada hitungan tempat-tempat wisata religi, restoran dan desa-desa wisata yang saat ini sudah banyak berkembang.
“Itu baru perhitungan wisatawan yang ke pantai saja,” kata AL Hamidi, Rabu (3/5/2023).
Oleh karena itu, lanjutnya, jika diakumulasi secara keseluruhan, Al meyakini jumlah kunjungan wisatawan ke Banten selama libur Lebaran sudah mencapai target. Apalagi objek wisata di Provinsi Banten lebih dari 900 titik wisata.
“Meskipun yang banyak dikunjungi wisatawan pada libur Lebaran kemarin hanya sampai 329 titik saja. Wisata pantai menjadi destinasi wisata favorit di Provinsi Banten seperti Anyer dan Carita,” ujarnya.
Al Hamidi menilai, kepadatan arus lalu lintas yang menuju ke Anyer dan sekitarnya itu menjadi salah satu penyebab wisatawan enggan berlibur. Maka dari itu, untuk memperlancar mobilitas pengunjung, pihaknya bersama jajaran Polda Banten melakukan sistem rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada para pengunjung.
“Karena kemacetan yang tidak bisa dihindari, kita melakukan sistem rekaya lalu lintas dengan melakukan penutupan objek wisata untuk mengurangi penumpukan kunjungan dan setelah itu para wisatawan kita urai dulu sehingga masyarakat lain bisa bergantian masuk ke tempat wisata tersebut,” ungkapnya.
“Dan dalam rangka memberikan pelayanan yang baik dalam libur lebaran kami juga terus melakukan pemantauan di berbagai tempat objek wisata. Salah satunya dengan mengirimkan 200 personel balawista untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di pantai,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Al Hamidi juga berharap dengan kunjungan wisatawan di Provinsi Banten yang terus melonjak mampu mensukseskan gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
“Tentunya ini juga tidak lepas dari kegiatan promosi BBI dan BBWI yang terus kita lakukan di setiap kegiatan,” pungkasnya. (mg2)
