SATELITNEWS.COM, SERANG–Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang, tahun ini bakal melakukan pembinaan terhadap 44 pembudidaya ikan air tawar, untuk meningkatkan kualitas produksinya. Karena kesejahteraan pembudidaya perlu diperhitungkan, supaya budidaya ikan air tawar menjadi mata pencaharian utama.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Serang, Uus Bustami mengatakan, tidak seperti budidaya ikan air payau dan laut yang sudah menjadi mata pencaharian utama, pihaknya juga berupaya menjadikan budidaya ikan air tawar, menjadi mata pencaharian utama bukan sampingan.
Sehingga, kegiatan pembinaan terus digencarkan, untuk terus menerus meningkatkan jumlah produksinya sebanyak mungkin, untuk dapat dijual dengan jumlah ikan yang besar.
“Fokus kita pada pembudidaya ikan air tawar kecil, yang mempunyai luas lahan kurang dari dua hektar, dan teknologinya masih sederhana. Yang kita lakukan itu, pemberdayaan teknis, pemberian sarana prasarana melalui dana alokasi khusus, supaya produksinya terus meningkat. Kemudian, kita juga berupaya untuk banyak memunculkan pembudidaya ikan tawar pemula,” ujarnya, Minggu (6/8/2023).
Kata Uus, ada 44 pembudidaya ikan air tawar di 12 kecamatan yang bakal dibina yaitu, Kecamatan Anyer, Mancak, Gunung Sari, Padarincang, Pabuaran, Ciomas, Cikeusal, Kragilan, Pamarayan, Pontang, Tirtayasa dan Kecamatan Tanara.
Model pembinaannya dibuat kelompok, yang bertujuan supaya dapat bersinergi, serta bekerjasama dalam meningkatkan jumlah produksinya. “Kalau perseorangan memang bisa juga. Tapi alangkah baiknya kalau berkelompok, supaya bisa bersinergi. Bekerjasama untuk menambah kekuatan dalam produksinya. Karena, ketika ada peningkatan produksi dan nilai produksinya bagus, otomatis akan ada penghasilan yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Pembudidaya Ikan Air Tawar di Serang Utara Kekeringan
Selain pembinaan, kata Uus, pihaknya juga bakal memberikan bantuan sarana prasarana kepada pembudidaya ikan air tawar. Salah satunya, pemberian benih ikan, pakan ikan, pembuatan kolam bulat, alat pengukur suhu air, alat tulis untuk manajemen kelompok dan lainnya.
“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pembudidaya dapat lebih bersemangat untuk meningkatkan jumlah produksinya, serta budidaya ikan air tawar menjadi profesi utamanya. Selain itu, semoga dapat memunculkan pembudidaya ikan air tawar pemula lainnya,” ujarnya lagi.
Sementara, Kepala Diskan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana menambahkan, sebagian besar pemasaran ikan air tawar dilakukan keluar dari Kabupaten Serang. Karena, mayoritas masyarakatnya tidak terlalu suka makan ikan air tawar khususnya Nila. Namun, lebih suka memakan Bandeng.
“Pemasaran Nila ini sebagian besar keluar. Karena, masyarakat Kabupaten Serang kurang begitu suka Nila. Tapi, kalau orang kota banyak rumah makannya menyediakan menu Nila, makanya kita jual ke sana,” pungkasnya.
Dikatakan Zaldi, budidaya ikan merupakan salah satu upaya untuk menangani stunting. Karena ikan banyak mengandung mineral dan protein, yang dapat mencegah anak stunting. Disisi lain, budidaya ikan juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan, serta profesi utama masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.
“Jadi, program budidaya ini juga memberikan dukungan kepada penanganan stunting di Kabupaten Serang. Hanya perlu diikuti dengan perubahan budaya masyarakat, yang masih banyak menolak makan ikan. Padahal, kandungan gizinya lebih baik daripada memakan ayam, maupun gorengan dan lainnya,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Export Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini

















