Kamis, 23 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Publik Nilai China Negatif

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Jan 2020 10:20 WIB
Rubrik Nasional
Publik Nilai China Negatif

Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards (sekitar 55 meter) saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.istimewa/net

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Survei LSI

satelitnews.com- Tren persepsi publik soal pengaruh China terhadap ka­wasan Asia dan Indonesia cenderung negatif dibandingkan Amerika Serikat (AS). Padahal, publik menganggap China merupakan negara paling ber­pengaruh di Asia.

“Pengaruh AS dan China sebagai dua negara terkuat disikapi berbeda oleh masyarakat. Pengaruh China dinilai masyarakat makin negatif. Jumlah yang menilai positif penga­ruh China makin menurun. Sedan­gkan yang menilai negatif merugi­kan makin meningkat,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan dalam paparan Rilis Survei Nasional Persepsi Publik Terhadap Negara-negara Paling Ber­pengaruh di Asia, di Jakarta, Minggu (12/1/2020). “Yang memandang posi­tif menguntungkan dan negatif meru­gikan pengaruh AS cenderung stabil dan berimbang dari waktu ke waktu,” lanjutnya.

Jika dibandingkan survei tahun 2016, tren persepsi positif responden terhadap pengaruh AS di Asia cend­erung meningkat. Survei 2019, yang menilai AS merugikan kawasan Asia yaitu 30 persen sementara 33 persen lainnya menjawab merugikan. Di ta­hun 2016, responden yang menjawab menguntungkan adalah 26 persen dan merugikan sebesar 32 persen.

Sebaliknya, tren persepsi nega­tif cenderung meningkat terhadap China jika dibandingkan survei 2016. Di tahun 2016, responden yang men­jawab pengaruh China menguntung­kan kawasan Asia sebanyak 36 persen dan menjawab merugikan sebesar 19 persen. Di tahun 2019, responden yang menjawab menguntungkan menjadi 34 persen dan merugikan juga sebanyak 34 persen.

“Di 2019, yang menilai China men­guntungkan Asia memang seimbang dengan yang menilai merugikan. Na­mun, tren penilaian atas China cend­erung negatif,” ujar dia.

Baca Juga: DJP Tegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak

Kecenderungan persepsi negatif terhadap China ini juga terjadi saat re­sponden diberi pertanyaan, seberapa baik pengaruh China dan AS terhadap Indonesia? Di tahun 2019, responden yang menjawab China berpengaruh baik terhadap Indonesia sebesar 40 persen dan yang menjawab buruk se­banyak 36 persen.

Jika dibandingkan pada survei 2011 dan 2016, tren jawaban berpengaruh baik cenderung turun. Pada tahun 2011, ada 58 persen yang menjawab China berpengaruh baik bagi Indone­sia. Tahun 2016, persentasenya menu­run menjadi 49 persen. Persepsi buruk justru cenderung meningkat dari 17 persen pada survei tahun 2011 menjadi 36 persen dalam survei tahun 2019.

BeritaTerbaru

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB

Adapun persepsi responden terha­dap pengaruh AS di Indonesia cend­erung baik. Djayadi membandingkan data tahun 2019 dan 2016. Data tahun 2016, ada sebanyak 36 persen respon­den yang menjawab pengaruh AS baik terhadap Indonesia. Sementara, 28 persen menjawab buruk. Pada sur­vei 2019, persentase responden yang menjawab baik meningkat 4 persen menjadi 40 persen. Sementara, re­sponden yang menjawab buruk juga meningkat sebanyak 2 persen menjadi 30 persen.

Menurut dia, temuan tahun 2019 ini bergantung pada sejumlah faktor yang melekat pada responden, sep­erti pilihan presiden dan wakil pres­iden, pilihan partai, kondisi ekonomi, pendapatan hingga pendidikan.

“Misalnya, makin buruk persepsi seseorang terhadap kondisi ekonomi di Indonesia maka persepsi terhadap China semakin negatif. Demikian juga terhadap kepuasan kinerja presiden, orang yang puas dengan kinerja pres­iden cenderung lebih positif terhadap China. Orang yang tidak puas terha­dap kinerja presiden cenderung lebih negatif,” kata dia.

Djayadi juga menyebutkan, respon­den yang memilih partai pendukung pemerintah cenderung positif ter­hadap pengaruh China maupun AS di Asia dan Indonesia. “Menurut demo­grafi, dari segi gender tidak terlalu ada perbedaan, dari segi desa kota. Tapi dari segi pendidikan, makin tinggi pendidikan memang cenderung per­sepsinya negatif terhadap China. Ma­kin tinggi pendapatan juga cenderung makin negatif terhadap persepsinya. Jadi ada pengaruh kelas juga di sini,” kata dia.

Baca Juga: Legislator Soroti Wacana TNI Awasi Pajak, Ingatkan Jangan Pakai Pendekatan Koersif

Sementara itu sebanyak 39 persen dari 1.540 responden menganggap China merupakan negara paling ber­pengaruh di Asia. “Jadi pada 2019 itu, China dianggap sebagai negara paling berpengaruh di Asia. Disusul Amerika Serikat sebesar 18 persen, Jepang ada 14 persen, India sebesar 1 persen dan Rusia sebanyak 1 persen. Jadi lima negara terbesar yang dianggap ber­pengaruh di Asia adalah itu,” kata dia.

Sementara, responden yang men­jawab negara lainnya sebesar 2 pers­en, tidak mengerti pertanyaan seban­yak 1 persen, menjawab tidak tahu sebesar 23 persen dan menolak men­jawab sebesar 10 persen.

Populasi dalam survei terbaru LSI ini adalah warga Indonesia yang su­dah memiliki hak memilih dalam Pe­milu. LSI mengambil sampel seban­yak 1540 responden melalui metode stratified multistage random sampling dari populasi. Responden terpilih di­wawancarai secara tatap muka oleh tim survei LSI yang telah dilatih. Ada­pun margin of error dalam survei ini adalah plus minus 2,5 persen. Artinya, persentase dalam temuan survei bisa bertambah atau berkurang sebanyak 2,5 persen. Tingkat kepercayaan sur­vei ini sebesar 95 persen.(jpg/san)

Share27TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Nasional

Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas

Sabtu, 18 Jul 2026 17:49 WIB
Bisnis

Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 15:26 WIB
Nasional

Polri Serahkan Tersangka Korupsi Don Ritto ke Kejagung

Jumat, 17 Jul 2026 19:19 WIB
Nasional

Gus Lilur Usulkan Mahfud MD Jadi Menko Polkam, Busyro Muqoddas Wamenko

Jumat, 17 Jul 2026 18:38 WIB
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan
Nasional

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan

Kamis, 16 Jul 2026 18:00 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Kolaborasi Pemkab Tangerang, Pengadilan Agama Tigaraksa, dan Kemenag Bantu 1.049 Pasangan Dapat Kepastian Hukum

Kolaborasi Pemkab Tangerang, Pengadilan Agama Tigaraksa, dan Kemenag Bantu 1.049 Pasangan Dapat Kepastian Hukum

Jumat, 17 Jul 2026 10:36 WIB
TERCEMAR LIMBAH -- Sungai Cisadane di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, diduga tercemar oleh limbah industri. (ISTIMEWA)

Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane, DLHK Banten Segera Turunkan Tim

Senin, 20 Jul 2026 15:37 WIB
BERKUNJUNG - Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, mendatangi pangkalan nelayan di Kampung Lumalang Kaliasin, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). (ISTIMEWA)

Datangi Nelayan Bojonegara, HNSI Banten Imbau Tak Terprovokasi Kasus PT Gandasari

Minggu, 19 Jul 2026 11:34 WIB

KNPI Kota Tangerang Perkuat Literasi Lewat Lesehan Sastra

Sabtu, 18 Jul 2026 12:58 WIB

Rumah Merangkap Warung di Periuk Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 18 Jul 2026 12:46 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.