SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, memproyeksikan jumlah pendudukan Provinsi Banten pada tahun 2045 mencapai 14 juta lebih dengan komposisi perempuan, dan laki-laki hampir seimbang pada angka masing-masing sekitar 7 juta.
Dari jumlah itu, usia produktif atau pemuda mendominasi yang mencapai 67,07 persen dengan rentang usia 16-64 tahun. Hal itu menjadi peluang bonus demografi bagi generasi muda Banten untuk menjadi aktor utama dalam pembangunan nasional untuk mencapai generasi emas.
Namun potensi itu tidak akan mencapai target jika Pemprov Banten tidak menyiapkan kualitas SDM itu dengan baik. Jumlah itu hanya akan menjadi kuantitas angka belaka. Terlebih tantangan Provinsi Banten saat ini sudah ada di depan mata dari mulai tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), daya saing SDM yang masih kurang, lingkungan sampai pada geopolitik global yang tak menentu.
Mengacu pada baseline 2022, ada tujuh tantangan utama Provinsi Banten, seperti Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) sebesar 5,03 persen yang masih berada pada posisi peringkat 21 besar. Kemudian PDRB perkapita sekitar Rp60,9 juta, TPT 8,09 persen, tingkat kemiskinan 6,16 persen, IPM 73,32 persen, Indeks Gini 0,363 persen serta laju inflasi 5,88 persen.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan, peran pemuda sangat penting sebagai penerus generasi bangsa dalam mengisi segala pembangunan untuk menuju Indonesia emas 2045. Untuk itu, dari sekarang Pemprov terus menggencarkan peningkatan SDM yang unggul, salah satunya melalui link anda mach antar pendidikan dan dunia usaha atau industri.
“Agenda ini akan terus kita tingkatkan, agar para generasi muda kita siap menghadapi situasi global saat ini dan yang akan datang,” kata Al, Sabtu (28/10/2023) seusai upacara peringatan sumpah pemuda di Pendopo Gubernur Banten.
Menurut Al, pemuda mempunyai kesejarahan yang cukup besar dalam proses berdirinya bangsa Indonesia serta dalam fase mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah gencarnya agresif militer pasca kemerdekaan.
“Nilai-nilai semangat perjuangan itu diharapkan tetap tertanam pada generasi muda saat ini, sehingga mereka bisa mengambil peran dalam berbagai kebijakan pemerintah dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, di era saat ini pemuda harus mampu menguasai teknologi dan informasi serta literasi digital menjadi sesuatu yang harus diseriusi. oleh karena itu, setiap pemuda perlu mempunyai visi, misi dan peran strategis untuk 30 tahun mendatang agar pembangunan dapat berlari lebih cepat.
“Strategi paling ampuh adalah dengan tolong-menolong lintas generasi dan gotong royong lintas sektor. Koordinasi lintas sektor tersebut efektif menuju pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pada momen hari sumpah pemuda ini, kita harus canangkan kebulatan tekad semua stakeholder sebagai momentum membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri.
“Sepanjang tahun ini telah melaksanakan beberapa kegiatan kepemudaan yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing pemuda di Provinsi Banten,” ucapnya.
Kegiatan itu meliputi seleksi pemuda pelopor tingkat Provinsi Banten. Lalu seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dan Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP), kemudian dialog kepeloporan dan kepemimpinan pemuda di 13 titik di seluruh kabupaten/kota.
“Serta kegiatan pelatihan wirausaha berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan sebanyak 14 titik di Provinsi Banten,” ucapnya. (luthfi)
























