SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, mencatat selama tahun 2023 telah terjadi 56 kasus kebakaran dengan total kerugian sebesar Rp2,695 Miliar.
Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun 2022, yang jumlahnya hanya sekira 20 kasus lebih dengan kerugian materil mencapai Rp1,5 Miliar. Mayoritas kasus kebakaran yang terjadi itu, akibat korsleting listrik.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBDPK Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengakui, kasus kebakaran di tahun 2023 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama tingginya kasus kebakaran, salah satunya karena kelalaian manusia.
“Kalau mau dibandingkan dengan tahun 2022 memang jauh lebih banyak tahun 2023, itu yang masuk laporannya ke kita. Kalau ditambah sama kejadian kebakaran yang tidak dilaporkan, mungkin jauh lebih banyak lagi,” kata Endan diruang kerjanya, Selasa (2/1/2024).
Endan merinci, kasus kebakaran yang terjadi selama tahun 2023 yakni, pada bulan Januari empat kasus kebakaran dengan kerugian Rp305 juta, Februari dua kasus kebakaran dengan kerugian Rp85 juta, Maret empat kasus kebakaran dengan kerugian Rp280 juta, April satu kebakaran dengan kerugian Rp25 juta.
Kemudian di bulan Mei tiga kasus kebakaran dengan kerugian Rp150 juta, Juni tiga kasus kebakaran dengan kerugian Rp260 juta, Juli lima kasus kebakaran dengan kerugian Rp410 juta, Agustus empat kejadian kebakaran dengan kerugian Rp100 juta, September 14 kasus kebakaran dengan kerugian Rp180 juta, Oktober sepuluh kasus kebakaran dengan kerugian Rp465 juta, November dua kasus kebakaran dengan kerugian Rp100 juta, dan Desember empat kejadian kebakaran dengan kerugian Rp485 juta.
“Kalau kita hitung secara keseluruhan selama tahun 2023, telah terjadi 56 kasus kebakaran, dengan total kerugian Rp2,695 Miliar. Tahun ini memang jumlah kasus kebakaran yang terjadi meningkat jauh, dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.
Endan mengingatkan kepada masyarakat, agar selalu waspada dan hati, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk memeriksa dan memastikan tidak ada hal yang bisa memicu kebakaran.
“Intinya harus hati-hati, kalau ada sisa api pembakaran atau puntung rokok segera matikan, periksa juga kabel listrik dan lainnya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Karena selama ini banyak kasus karena kelalaian manusianya itu sendiri,” ujarnya.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan potensi penyebab kebakaran.
Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan adanya penambahan armada damkar agar memudahkan penanganan kebakaran.
“Selain memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, kita juga akan berupaya agar ada penambahan armada damkar, karena memang selama ini kita masih kekurangan armada,” imbuhnya. (mg4)