SATELITNEWS.COM, PANONGAN – Sibuk tertibkan Alat Peraga Kampanye (APK), Ketua Panwaslu Panongan Putra Jaya ditabrak orang tidak dikenal hingga tak sadarkan diri, Rabu (10/11) malam. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Raya Korelet-Jambe, Kampung Ranca Dulang, Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan.
Sekretaris Panwaslu Panongan, Mujahidin mengatakan, pada waktu itu, Putra Jaya (korban) sedang menyebrang jalan sambil membawa salah satu APK milik calon legislatif yang telah ditertibkan. Tiba-tiba dari arah belakang datang sepeda motor Honda Supra X 125 dan menabrak Putra.
Kata Mujahidin, usai tertabrak Putra sempat terguling di bahu jalan dan tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya digotong oleh sejumlah warga yang sedang nongkrong di showroom mobil tak jauh dari tempat kejadian.
“Setelah itu, korban dibawa ke klinik terdekat. Padahal, korban sudah melambaikan tangan untuk menyebrang, tapi tiba-tiba ada motor dari arah belakang dirinya, dan menabrak dirinya dengan kecepatan tinggi,” kata Mujahidin kepada Satelit News, Kamis (11/1).
Menurut Mujahidin, pelaku sempat diamankan dan dimintai identitasnya. Namun saat diperiksa, ternyata pelaku tidak membawa identitas apapun. Bahkan saat ditanya, pelaku mengaku bernama Ramson dan tinggal di Perumahan PWS Jalan Belimbing, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.
Kata Mujahidin, pelaku juga mengaku bahwa dirinya merupakan seorang pelaku wajib lapor di Polresta Tangerang, dengan kasus menabrak orang hingga meninggal dunia.
Baca Juga: Ada Gugatan PHPU, KPU Kota Tangerang Belum Tetapkan Hasil Pemilu 2024
“Secara pribadi, Pak Putra sudah memaafkan pelaku, karena ini musibah yang tidak disengaja. Tapi tetap yang bersangkutan kita minta membuat surat pernyataan akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pelaku juga diketahui, masih menjalani wajib lapor,” tukasnya.
Mujahidin menduga, tertabraknya ketua Panwaslu Panongan ada muatan politik, dan tidak hanya sekedar musibah biasa. Pasalnya, si pelaku yang menabrak terkesan sengaja tidak membawa identitas diri saat menabrak Putra Jaya.
“Mudah-mudahan hanya musibah laka lantas. Namun yang menjadi penasaran bagi penyelenggara Pemilu, pelaku tidak membawa identitas diri layaknya para pengendara pada umumnya. Jadi terkesan ada unsur kesengajaan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Panongan Putra Jaya berharap, peristiwa ini hanya musibah atau kecelakaan biasa, bukan ancaman atau tindakan lain untuk mengancam nyawa para penyelenggara Pemilu di tingkat bawah jelang Pemilu 2024.
“Saya sudah memaafkan pelaku, mudah-mudahan ini murni musibah akibat kelalaian pengendara, bukan karena ada motif lain jelang Pemilu 2024. Saat ini saya fokus pada pemulihan, sebab kaki dan punggung masih bengkak-bengkak,” terangnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Jeany tidak memberikan komentar apapun, saat dikonfirmasi terkait adanya tersangka wajib lapor kasus laka lantas, yang bernama Ramson tersebut. (alfian/aditya)
Baca Juga: Sah, Prabowo-Gibran Ditetapkan Sebagai Presiden-Wakil Presiden Periode 2024-2029
























