SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, gencar melakukan Operasi Pasar (OP) beras yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasaran. Karena berdasarkan hasil pantauan, harga beras mengalami kenaikan dengan margin 8 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, belum lama ini pihaknya telah melakukan monitoring harga dan stok beras ke sejumlah pasar dan ritel.
Dalam monitoring tersebut, kata Titi, harga beras terus melambung tinggi dengan margin 8 persen atau mencapai harga Rp16 per kilogram untuk KW I, Rp19.000 untuk beras premium per kilogram dan di minimarket Rp96.500 per lima kilogram.
Sedangkan untuk stok beras di pasaran, sejauh ini masih aman. Namun untuk di minimarket, stok mengalami kelangkaan.
“Jadi sekarang ini, gak ada beras harga Rp13.000 per kilogram,” kata Titi, Kamis (15/2/2024).
Dengan kondisi tersebut, Titi mengaku, telah gencar melakukan operasi pasar beras yang di jual dengan harga lebih murah di pasaran. Operasi tersebut, bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Serang.
“Di Januari saja, kita sudah 6 titik melakukan operasi pasar, awalnya kita membawa 1 ton, kemudian terakhir itu mencapai 3,5 ton. Antusias masyarakat cukup tinggi, satu jam beras habis,” tuturnya.
Titi mengungkapkan, setelah Pemilu ini pihaknya akan kembali melakukan operasi pasar. Rencananya akan dilaksanakan sebanyak dua kali, dalam satu minggu. Beras tersebut, akan dijual dengan harga Rp52.000 per lima kilogram.
Disinggung mengenai penyebab naiknya harga beras, Titi menduga, karena jumlah produksi beras di tahun 2023 sangat terbatas.
Namun berdasarkan informasi dari Kementerian Perdagangan, kenaikan harga beras ini merata di berbagai daerah. (sidik)