SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Partai Demokrat secara tegas menolak usulan dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, yang ingin Pemilu 2029 diterapkan dengan sistem tertutup. Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, menyatakan, evaluasi dari pelaksanaan Pemilu 2024 tidak harus berujung pada perubahan sistem pemilihan.
Hinca menekankan bahwa yang perlu direformasi adalah sistem kampanye. “Seharusnya, tidak ada batasan dalam masa kampanye. Setiap hari adalah kesempatan emas bagi politisi untuk mendekatkan diri kepada pemilihnya,” ujar Hinca, yang juga merupakan anggota Komisi III DPR kepada wartawan, Sabtu (20/4/2024).
Hinca menambahkan bahwa pembatasan kampanye hanya menjadikan proses politik menjadi tidak efektif dan membatasi kreativitas politisi.
“Kami percaya, tanpa pembatasan yang kaku, kader partai akan lebih militan dan partai akan lebih serius dalam menyiapkan serta mengelola kader-kadernya,” tegas Hinca.
Sementara itu, Kaesang Pangarep sebelumnya mengusulkan Pemilu tertutup sebagai solusi untuk mengatasi masalah politik uang yang merajalela selama Pemilu Serentak 2024.
“Pemilu tertutup mungkin bisa mengurangi praktik saling ‘ngamplop’ yang semakin kencang,” ungkap Kaesang pada hari Jumat (19/4/2024).
Meskipun demikian, Kaesang mengakui bahwa sistem Pemilu tertutup tidak sepenuhnya bisa mengeliminasi politik uang, namun ia berharap dapat memperkecil praktik tersebut. Namun, pendekatan Partai Demokrat yang lebih memilih untuk memfokuskan reformasi pada aspek kampanye mendapat sorotan sebagai alternatif strategis yang mungkin lebih efektif dalam meningkatkan integritas dan kualitas demokrasi. (rm)