SATELITNEWS.COM, LEBAK – BTPN Syariah berkomitmen agar masyarakat bisa sejahtera. Perempuan menjadi target utama agar nawacita itu bisa tercapai, dengan memberikan pembiayaan, edukasi uasaha, serta bimbingan lainnya agar perempuan khusunya di Lebak bisa berdaya saing masyarakat prasejahtera.
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan, perempuan menjadi target dalam pemberdayaan ini. Karena BTPN Syariah yang terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat inklusi dengan memberikan pembiayaan, agar perempuan khusunya di Lebak bisa berdaya saing untuk menumbuhkan ekonomi keluarga.
“Visi misi kami adalah menciptakan kesempatan tumbuh bersama demi mengubah hidup jutaan masyarakat inklusi Indonesia menjadi lebih sejahtera,” kata Ainul Yaqin, saat kunjungan ke nasabah di Kampung Cilame, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Rabu (15/5/2024).
Ainul mengungkapkan, bagaimana permodalan yang disalurkan kepada nasabah bisa tepat sasaran maka melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS) ini dengan memberikan bimbingan serta edukasi usaha, transaksi keuangan dan angsuran menjadi cara jitu agar usaha yang ditekuni oleh nasabah bisa berjalan.
“Kami punya 4,2 juta nasabah, yang mana tersebut (pembiayaan) itu kalangan perempuan semua. Kenapa perempuan, karena jika perempuan berdaya maka keluarga itu bisa berdaya,” kata Ainul.
“Kunjungan kami ini (ke nasabah) untuk memberikan support kepada warga khususnya nasabah BTPN Syariah sehingga pembiayaan, pelatihan dan pemberdayaan dapat terus tumbuh hingga meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Nasabah sekaligus ketua kelompok Ultra Mikro Siska, mengatakan. Ia sudah menjadi nasabah BPTN itu sejak tahun 2015. Ia pun tak menampik pinjaman modal BTNP menjadi keberkahan tersendiri buat dirinya serta keluarganya.
“Motivasi saya BTPN Syariah karena sangat membantu modal usaha, BTPN Syariah juga memberikan pendampingan, pelatihan sehingga usaha yang dibangun tepat sasaran,” kayanya.
Siska yang mula diberikan pinjaman modal dari Rp 3 juta hingga kini sudah mencapai Rp 20 juta, sudah bisa mengembangkan usaha sembakonya. Tak hanya itu, usaha lainnya pun kini tengah dijalaninya yakni jual pulsa.
“Dengan usaha yang saya tekuni serta kucuran modal dari pihak BTPN bisa mewujudkan harapan saya berangkat Umroh,” imbuhnya.
Menanggapi hadirnya BTPN Syariah, Kepala Desa Cigoong Utara, Habibi menyambut baik kehadiran BTPN Syariah ini. Bahkan dirinya mengaku mendukung penuh apa yang menjadi program dalam pemberdayaan terhadap masyarakat.
“Pendapat saya karena ini untuk kebaikan maka saya mendukung penuh terhadap BTPN Syariah ini untuk masyarakat saya. Sebab, karena kehadiran BTPN Syariah ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah saya,” pungkasnya.(mulyana)
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Penopang Utama
























