SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pasca insiden kecelakaan yang menimpa pelajar dan guru SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat, Sabtu, 11 Mei 2024 lalu, muncul kekhawatiran dari beberapa sekolah untuk melakukan perjalananan studi tur
Namun tidak dengan SMK Al Husna, Sukaasih, Kota Tangerang. Sekolah tersebut tetap menggelar studi tur ke Bandung, meski para guru dan wali murid was-was.
Panitia tur perpisahan SMK Al Husna Tangerang, Ita Unpitawati mengatakan, perjalanan tur ini tetap dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan para wali murid. “Alhamdulillah perjalanan tur perpisahan berjalan dengan lancar dan selamat,” ujarnya, Senin (20/5/2024).
Tur perpisahan yang diikuti 107 peserta dengan rincian 80 orang siswa kelas 12 dan 27 orang guru ini digelar selama dua hari, yakni 15-16 Mei 2024. Ita menuturkan tour perpisahan ini sudah direncanakan sejak Januari 2024 atau sebelum adanya insiden kecelakaan studi tur siswa di Subang. “Jadi memang sudah direncanakan sejak Januari yang lalu kami sudah survei,”Ucapnya.
Namun menurut Ita, para wali murid dan guru sempat merasa was-was ketika mendengar adanya insiden kecelakaan rombongan pelajar di Subang. Namun, setelah bermusyawarah antara pihak sekolah dengan wali murid, akhirnya perjalanan tur tetap dilaksanakan tetapi setelah memastikan kelayakan armada dan sopir bus.
“Dua hari sebelum keberangkatan itu kita komunikasi dengan pihak bus, uji KIR-nya gimana, dan Alhamdulillah setiap sebelum berangkat dicek berkala. Sampai pada sehari sebelum keberangkatan, kita dikasih terus monitor. Karena orang tua masih tetap mau lanjut,” jelasnya.
Baca Juga: Dindikbud Kota Tangsel Minta Sekolah Evaluasi Studi Tur
“Rasanya memang khawatir banget. Jadi ketika ada kejadian saya dikasih tahu ada info begini imbas tidak nanti. Kita masih diam-diam saja sampai org tua khawatir nanti sopirnya selalu diingatkan,”sambungnya.
Ita menambahkan, perjalanan tur tetap dilaksanakan karena pihaknya tidak mendapatkan informasi perihal ada atau tidaknya larangan studi tour dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Sebenarnya kita tidak ada yang menginginkan musibah, jadi hari Senin pun saya komunikasi sama pengawas, SMK mau tur segala macam, karena tidak ada larangan dari Dinas Pendidikan Banten,” jelasnya.
Kata Ita, dirinya berpendapat bahwa kegiatan study tour juga memiliki nilai positif. “Tur ini positif karena namanya anak-anak selama 3 tahun ingin adanya kenang-kenangan, kan ada last performance. Tapi balik lagi, kalau saya sebenarnya tergantung sama orang tua, karena kita setuju ketika memang orang tua setuju, dan persiapannya matang,”ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Jamaludin mengatakan pembatasan bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan studi tour atau outing class sudah diberlalukan sejak 2023 lalu.
Kata dia, pembatasan ini dilakukan untuk meminimalkan berbagai kejadian yang berpotensi merugikan pelajar maupun pengajar seperti kekerasan seksual hingga kecelakaan. Surat Edaran itu telah dibuat sejak 15 Februari 2023 lalu. Yakni, Surat Edaran nomor 421.3/0452-Pemb.SMP/ tentang pelaksanaan Pembelajaran di Luar Kelas (Outing Class).
“Kebijakan ini diambil untuk mencegah kejadian yang merugikan pelajar maupun pengajar. Kegiatan studi tur yang terlalu jauh dari sekolah meningkatkan risiko kejadian yang berpotensi menjadi masalah. Apalagi peserta study tour adalah anak-anak SD dan SMP yang belum dewasa,” ungkapnya. (hafiz)
Baca Juga: SMK Al Husna Gelar Salat Istisqa Untuk Memohon Diturunkan Hujan
