SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Ketua Umum PSI yang juga putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, buka suara mengenai putusan Mahkamah Agung (MA) soal batasan usia cagub dan cawagub hingga kans maju dalam Pilkada Jakarta 2024 mendatang. Kaesang meminta semua menunggu kejutan di bulan Agustus 2024.
Kaesang awalnya bicara terkait putusan MA. Menurutnya, aturan yang digugat di MA tersebut belum masuk dalam Peraturan KPU (PKPU). “Ini kan kita lihat dulu, kalau peraturan kemarin yang digugat di MA, saya memungkinkan untuk maju. Tapi itu kan belum masuk PKPU,” kata Kaesang di DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Kaesang tak mengetahui apakah PKPU harus dikonsultasikan kepada DPR. Karena itu, ia enggan ikut campur. “Saya nggak tahu prosesnya gimana, maksudnya, dari PKPU sendiri apakah harus konsultasi dulu dengan DPR atau tidak, saya tidak tau karena saya tidak ikut-ikut,” kata dia.
Di sisi lain, Kaesang menekankan saat ini PSI DKI Jakarta memiliki 8 kursi di DPRD DKI Jakarta. Sehingga, kata dia, PSI pun bisa mencalonkan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta dengan berkoalisi dengan partai lain.
“Sekarang, PSI sendiri ada 8 kursi di DKI. Jadi kalau kita liat sewajarnya psi bisa mencalonkan gubernur maupun wagub walau masih berkoalisi dengan partai lain,” ujar Kaesang.
Lantas, apakah Kaesang akan maju dalam Pilgub Jakarta mendatang? “Kalau ditanya saya maju atau tidak, tunggu kejutannya di bulan Agustus,” jawabnya.
Sebelumnya, Mahkamah Agung mengabulkan gugatan yang diajukan Ketum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana dan kawan-kawan terhadap Pasal 4 ayat 1 huruf d PKPU Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
MA mengabulkan gugatan terhadap aturan bahwa usia paling rendah untuk jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur 30 tahun, dan batas usia 25 tahun untuk calon Bupati dan Wakil Bupati atau calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhitung sejak penetapan pasangan calon. Aturan yang semula usia minimal ‘terhitung sejak penetapan pasangan calon’ kemudian berubah menjadi ‘saat pelantikan’.
Kaesang sendiri baru berulang tahun yang ke-30 pada Desember 2024 mendatang, sedangkan KPU menjadwalkan penetapan calon kepala daerah pada September 2024. Dengan diubahnya oleh MA bahwa calon gubernur dan wakil gubernur harus berusia 30 tahun ketika dilantik, bukan saat ditetapkan sebagai calon, Kaesang pun dapat maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur karena pelantikan akan dilakukan pada tahun 2025.
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku belum berkomunikasi dan membahas isu terkait Pilkada 2024 dengan adik iparnya, Kaesang Pangarep. Hal itu disampaikan Bobby ketika dimintai tanggapan soal isu Kaesang bakal maju di Pilkada Jakarta.
“Tanggapannya? Tanya Kaesang lah ya. Ditanya Kaesang lah,” ujar Bobby kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Menantu Presiden Joko Widodo itu juga mengaku tak ada pembahasan soal rencana Kaesang ikut serta dalam Pilkada 2024 di grup internal keluarganya. “Belum (komunikasi), belum ada telpon-telponan. Di grup keluarga? Belum ada bahas itu,” ucap Bobby.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman mengatakan partainya masih melihat dinamika pilkada ke depan. Sebab, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum memutuskan siapa-siapa saja yang akan ditugaskan untuk maju di pilkada.
“Ya, terbuka saja kalau Pak Kaesang memenuhi syarat. Kita tahulah beliau bukan sekadar anak Presiden. Beliau anak muda yang smart, ketua partai, dan partainya juga ikut all out kerja memenangkan Pak Prabowo-Gibran kemarin,” kata Habiburokhman, kemarin.
Meski tidak mengungkapkan apakah nama Kaesang dipertimbangkan di internal Gerindra, Habiburokhman mengibaratkan Kaesang sebagai kain yang bahannya bagus untuk dijahit. “Tapi masuk akal menurut saya Kaesang itu kalau mau maju di Pilkada. Istilahnya kalau kita ngejahit baju, bahannya bagus, potongannya juga bagus,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi sendiri mengaku tak sepakat jika Kaesang maju pada Pilkada 2024. Demikian klaim Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas).
Zulhas menyatakan informasi tersebut dia terima langsung dari Jokowi saat melakukan perbincangan seusai rapat kabinet. “Tadi saya tanya sama bapak habis rapat, ‘Pak gimana kalau Kaesang maju Wagub Jakarta?’ ‘Waduh gitu, jangan Pak Zul’ katanya,” kata Zulhas. (bbs/san)