SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Politikus Partai Gerindra Supratman Andi Atgas dilantik menjadi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Senin pagi (19/8). Dia menggantikan politisi PDI Perjuangan Yasonna Laoly.
Siapa sebenarnya sosok Menkumham baru ini? Berikut profil Supratman Andi Atgas selengkapnya.
Profil Supratman Andi Atgas
Supratman adalah pria kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 28 September 1969. Suami dari Idayanti Pandan tersebut kini berusia 54 tahun.
Sebelum terjun ke politik, politisi Partai Gerindra ini berkecimpung di dunia akademisi. Supratman pernah menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.
Ketika terjun ke politik, nasib Supratman juga moncer. Ia berhasil terpilih menjadi Anggota DPR periode 2014-2019. Sejak itu, ia ditempatkan di Komisi III.
Selain bertugas di Komisi Hukum DPR, ayah dari dua anak ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.
Semasa menjabat di DPR, Supratman juga berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 2016.
Di kampus ini pula, ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum tahun 1993. Sementara pendidikan S2 Ilmu Hukum diraih di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel pada tahun 1996.
Di periode berikutnya, tahun 2019-2024, jebolan Universitas , Makassar, Sulawesi Selatan ini berhasil terpilih kembali di pemilu legislatif (Pileg) sebagai anggota DPR.
Belum lama ini, Supratman dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Baleg DPR. Jabatan tersebut kemudian dipegang oleh politikus Gerindra lainnya yakni Wihadi Wiyanto.
Sejak memegang amanah sebagai anggota DPR, Supratman tercatat pernah ditunjuk sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, DPD (MD3) pada tahun 2016.
Lalu pada tahun 2019, ia juga terlibat sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
Seperti diketahui, presiden Jokowi baru saja melakukan reshuffle menteri yang diumumkan pada Senin pagi (19/8). Reshuffle menteri kali ini menyasar jabatan Menkumham, dari sebelumnya dipegang oleh politisi partai PDIP Yasonna H Laoly, dialihkan ke politisi Partai Gerindra Supratman Andi Atgas.
Selain itu, jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sebelumnya dijabat oleh Arifin Tasrif dari kalangan independen, diganti oleh politisi partai Golkar Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi.
Nah, jabatan Menteri Investasi yang ditinggalkan Bahlil, kini diisi oleh Rosan Roeslani yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Terakhir, posisi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo) ditambah. Jabatan sebelumnya hanya dijabat oleh Nezar Patria, kini ditambah satu lagi oleh politisi partai Gerindra Angga Raka Prabowo. (rm)