SATELITNEWS.COM, SERPONG—Penanganan banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkendala bangunan liar yang berdiri di garis sempadan sungai. Salah satu contohnya adalah penanganan banjir di wilayah Reni Jaya, Pamulang.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel Robbi Cahyadi menjelaskan pihaknya sedang melaksanakan proyek pembangunan turap kali di wilayah Reni Jaya, Pamulang. Proyek turap sepanjang 38 meter ini ditargetkan rampung pada akhir Desember mendatang. Mengingat, di lokasi tersebut kerap diterjang banjir ketika hujan deras mengguyur ditambah kiriman dari kota Depok ke wilayah tersebut.
Robbi membeberkan, sebenarnya pembangunan turap tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun seiring berjalannya waktu, terdapat dinamika yang dihadapinya. Terutama masalah non teknis yang dijumpai di lapangan. Salah satunya adalah adanya bangunan yang melanggar garis sempadan sungai namun sudah berdiri sejak belum ada Kota Tangsel.
“Ada bangunan masjid yang dibangun di atas kali. Dari tahun lalu mau dibongkar susah. Semua sudah didiskusikan oleh warga. Yang begitu-begitu tuh lamanya kendalanya bukan teknis sebenarnya,” paparnya, Senin (4/11).
Selain itu, lanjut Robbi, kendala lain yang kerap dijumpai adalah banyaknya bangunan yang dibangun di sepanjang garis sepadan sungai yang berdiri sudah lama dan ada legalitasnya sejak sebelum Tangsel berdiri. Padahal sesuai aturan, hal tersebut tak boleh dilakukan.
“Karena kita lihat sendiri banyak bangunan yang melanggar badan sungai dari situ saja kan kita repot untuk masuknya. Banyak yang melanggar di garis sempadan sungai,” ungkapnya.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Fenomena ini, kata Robbi, hampir terjadi di seluruh wilayah. Khusus di Reni Jaya, bangunan yang membandel ini cukup menyulitkan pekerjaan.
“Kalau di Reni tuh kan banjirnya karena ada 5 rumah itu menyempit kan persis dekat jembatan. Itu sebetulnya,” katanya.
Robbi mengharapkan, seharusnya pekerjaan baru akan dilakukan jika lokasi sudah steril.
“Kita sih maunya bongkar dulu. Jadi lahannya sudah siaplah gitu. Ini kan enggak, jadi agar steril. Jadi memang agak susahnya gitu. Harapan kita sih harusnya ditindak dulu. Jadi saat kita masuk itu sudah clear. Kan kita ngga ada wewenang untuk menindak,” tegasnya.
Kendati demikian, Robbi tetap optimis, pembangunan di wilayah tersebut dapat rampung sesuai dengan target yang dicanangkan.
“Optimis Insya Allah, Desember nanti selesai,” kata Robbi.
Sementara itu untuk penanganan banjir, DSDABMBK kini tengah melakukan pengerjaan proyek-proyek lainnya. Untuk di Reni Jaya sendiri, DSDABMBK juga sudah memasang saluran pembuangan air atau drainase, serta memasang pompa air untuk menyedot air yang menggenang di permukiman warga. Hal serupa, juga tengah gencar dilakukan di wilayah lainnya. (rmn/gatot)
Baca Juga: Meski Tak Diguyur Hujan, Perumahan Bumi Serpong Residence Tangsel Kebanjiran

















