SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mengklaim, kondisi perekonomian daerah pada tahun 2024 tumbuh positif dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini, seiring kembalinya permintaan luar negeri yang berpengaruh terhadap kinerja domestik, serta peningkatan kinerja investasi.
Berdasarkan laporan perekonomian Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, menunjukkan bahwasanya Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan III 2024 tumbuh positif sebesar 4,93% (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, yang tumbuh sebesar 4,70%.
Pj Gubernur Banten A Damenta mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2024 diprakirakan akan berada pada kisaran 4,7% – 5,5%. Sementara itu dari sisi pergerakan harga, inflasi 2024 diprakirakan berada pada rentang sasaran inflasi nasional tahun 2024 sebesar 2,5%+1,0%.
“Dari sisi lapangan usaha, mayoritas sektor ekonomi utama Banten diprakirakan tetap tumbuh lebih tinggi pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 seiring dengan peningkatan sektor konstruksi dan optimisme peningkatan penjualan sektor perdagangan,” kata Damenta, akhir pekan lalu.
Menurut Damenta, data-data tersebut menunjukkan kebersamaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Provinsi Banten bersama TPID seluruh Kabupaten/ Kota se-Provinsi Banten dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten serta stakeholder pembangunan ekonomi berjalan dengan baik.
Terutama, lanjutnya, dalam berbagai program yang dilakukan untuk pengendalian inflasi mencakup peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat, program stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting.
Baca Juga: Diakhir Jabatannya, Damenta Masih Sempat Rotasi 14 Pejabat Pemprov
“Kemudian program perekonomian dan pembangunan, serta program perlindungan dan jaminan sosial,” ujarnya.
Lebih jauh, perbaikan kinerja ekonomi juga didukung kinerja positif intermediasi perbankan dan stabilitas keuangan yang terjaga. Hal ini tercermin dari pertumbuhan positif kredit dan dana pihak ketiga (DPK) serta non performance loan (NPL) yang terjaga rendah pada Triwulan III.
“Pertumbuhan kredit di Banten juga didukung pertumbuhan positif kredit korporasi, khususnya pada lapangan usaha industri pengolahan dan konstruksi,” tambahnya.
Pertumbuhan itu juga, lanjutnya, didukung oleh peningkatan kinerja realisasi pendapatan maupun belanja pemerintah daerah di Provinsi Banten. Hingga Triwulan III, realisasi pendapatan maupun belanja APBD di Banten masing-masing mencapai 79,5% dan 66,28% dari pagu atau masing-masing senilaiRp33,01 triliun dan Rp28,77 Triliun.
Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masing-masing mencapai 76,46% dan 63,16% dari pagu.
“Di sisi lain, kinerja realisasi belanja APBD Pemda se-Provinsi Banten telah mencapai sebesar Rp28,77 triliun atau sebesar 66,28% lebih tinggi dari pencapaian Triwulan III 2023 sebesar 63,16% dengan nominal sebesar Rp26,02 triliun,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Ponpes Diyakini Memberikan Pengaruh Positif Terhadap Pembentukan Karakter Masyarakat
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Rizal, dalam paparannya saat ekspos kemarin mengungkapkan, kondisi perekonomian di Provinsi Banten, khususnya pada sektor ekspor mengalami peningkatan pada triwulan III 2024, yakni mencapai US$1.117,07 juta atau naik 6,06 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
“Share komoditi terbesar berasal dari nonmigas,” imbuhnya. (luthfi)
























