SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyatakan siap menyukseskan program pemeriksaan kesehatan gratis saat ulang tahun (ultah) sesuai instruksi pemerintah pusat. Namun dalam teknisnya Dinas Kesehatan Lebak memiliki kendala yaitu jumlah tenaga analis.
“Kita Dinkes Lebak, untuk menunjang program melayani kesehatan gratis di hari ulang tahun sudah siap. Secara SDM di semua faskes sudah ada, kemudian untuk menunjang lainnya seperti alat pemeriksaan gula darah, kolestrol dan lemak darah termasuk alat untuk pemeriksaan vital seperti TBC juga ada itu tersebar di 43 puskesmas,” tegas Plt Kepala Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/1).
Namun Budhi tidak menampik dari puluhan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di Kabupaten Lebak, tidak semua faskes meliliki tenaga analisis. Sehingga, lanjut Budhi akan memaksimalkan petugas yang ada dengan meningkatkan koordinadi dengan Labkesda.
“Walaupun dinyatakan sudah siap dengan berbagai alat, kita kendala terkait SDM tertentu terutama pemeriksaan penunjang yang kita butuhkan yaitu analis di beberapa faskes. Tapi itu sudah kita skemakan dengan jalan keluar yaitu memfungsikan Labkesda untuk mengakomodir faskes-faskes yang belum memiliki tenaga analis,” tutur Budhi.
“Untuk puskesmas (penunjang) itu ada 43, satu lagi tengah proses izin operasional jadi total nanti ada 44 puskesmas. Sementara klinik saat ini yang bekerjasama dengan BPJS sekitar 50, satu labkesda dan 4 rumah sakit, yang akan berperan dalam pemeriksaan kesehatan gratis di hari ulang tahun yang akan mulai digelar 1 Februari 2025,” sambung Budhi.
Terkait teknis pelaksanaannya, Budhi menjelaskan, Lebak mungkin akan berbeda dengan daerah perkotaan, hubungannya dengan akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sebab, menurut Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung ini ada beberapa wilayah permukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan jaraknya jauh. “Kita akan jemput bola dengan memaksimalkan posyandu, pustu dan kita juga fungsikan jejaring-jerang puskemas maupun posyandu,” ujar Budi.
Baca Juga: 10 Pejabat Dinkes dan Puskesmas di Lebak Diperiksa Kejaksaan
“Walaupun pemeriksaan ini di hari ulang tahu bukan berarti hanya bisa dilakukan hari itu, kita juga ada jeda waktu dari tanggal lahir (pemeriksaan) sampai 30 hari kedepan, kecuali untuk lahir di bulan Januari, karena program ini belum berjalan ada jeda waktu 3 bulan untuk melakukan pemeriksan,” Budhi menjelaskan saat singgung ketika pasien sudah lewat dari hati ulang tahunnya apakah masih bisa dilakukan pemeriksaan atau tidak.
“Jadi kita tidak hanya menunggu pasien yang datang tapi kita jemput bola, walaupun pemeriksaan itu harusnya dilakukan di hari tanggal lahir, sebab menurut Budhi dirinya tidak bisa memungkiri dan tidak hanya warga di pelosok yang lupa dengan hari ulang tahunya warga kota pun bisa demikian,” tutur Budhi.
Budhi berharap dengan layanan kesehatan gratis ini semua penduduk di Lebak bisa melakukan pemeriksaan minimal sekali dalam setahun. Namun ketika dilakukan pemeriksaan ditemukan fasien ini memerlukan pemeriksaan rutin lanjut Budhi, pemeriksaan kembali dilakukan secara berkelanjutan. “Kita tindak lanjuti secara berkala sesuai kebutuhan fasien, karena kita juga harus menyiapkan obat-obatnya setelah hasil pemeriksaan di puskesmas setempat.
“Yang dicek sesuai parameter apa saja yang diperiksa misalnya bayi baru lahir itu ada namanya hipoteroitvital itu dilakukan pemeriksaan satu kali seumur hidup, terus pada usia 1 sampai 5 tahun ada tambahan pemeriksaan lagi untuk faktor telesemania (klainan darah), di usia remaja pemeriksaan HB. Tapi intinya semua yang diperiksa yang memiliki penyakit vital, dewasa gula darah, kolestrol artinya di kelompok umur itu pemeriksaannya tidak sama,” Budhi menjelaskan kriteria pasien program tersebut. “Untuk sosialisasi kita memanfaatkan media sosial, cetak, online, webseb milik pemerintah dan kita juga war-war memaksimalkan pemerintahan desa,” tandasnya.(mulyana)
























