SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengajak masyarakat untuk aktif mendonorkan darah selama Ramadan 1446 Hijriah. Hal tersebut guna memastikan ketersediaan darah tetap aman di tengah tren penurunan jumlah pendonor hingga 30 persen.
“Selama bulan Ramadan ini saya berharap bisa terus meningkat. Hari ini targetnya 200 kantong, mudah mudahan selama bulan Ramadhan ini bisa sampai 500 kantong,” ujarnya dalam kegiatan Gerakan Donor Darah Nasional di Kantor PMI Tangsel, Minggu (9/3).
Benyamin menekankan pentingnya penyebarluasan informasi terkait donor darah melalui berbagai media, termasuk media sosial. Menurutnya, semakin banyak yang tahu, semakin besar peluang masyarakat terdorong untuk ikut serta.
“Dengan gerakan nyata ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk ikut mendonorkan darah. Tapi kalau untuk yang taunya hanya di sini saja kurang bagus makanya perlu penyebar luasan melakukan berbagai medsos dan lainnya,” katanya.
“Harapan saya bisa meningkat, bulan Ramadan ini bisa sampai 500 kantong dan mudah mudahan stok kita terpenuhi. Ayu kita donorkan darah kita demi kemanusiaan khususnya bagi Kota Tangerang Selatan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangsel, Suhara Manullang mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Donor Darah Nasional yang diselenggarakan serentak di berbagai daerah. Target nasional dari gerakan ini adalah 3.000 kantong darah, sedangkan untuk Tangerang Raya ditargetkan terkumpul 200 kantong.
“Menurut informasi panitia, memang ada pendaftaran online sekitar 200 orang, dan tadi saya cek yang sudah berhasil itu sekitar 138 orang, dan kelihatan yang sedang berjalan sekitar 25 orang lagi. Jadi, kemungkinan tercapai 150 kantong darah,” kata Suhara.
Menariknya lagi, kata dia, banyak anak muda yang ikut serta dalam kegiatan ini. PMI berharap donor darah bisa menjadi budaya di kalangan generasi muda.
“Inilah yang kami dari unit donor darah merah Indonesia harapkan, tidak hanya Tangsel saja (tapi) secara nasional pun ingin gerakan ini tidak hanya situasional, tapi kalau bisa membudaya, jadi kayak budaya anak muda lah gitu. Jadi donor darah menjadi satu gaya hidup, itu sebetulnya tujuannya,” jelasnya.
“Dan kami tadi dengan para panitia juga kita bicara. Jadi kita akan berlanjut bagaimana men-setting sehingga kelompok pemuda ini bisa juga ya kalau (istilah) kerennya kayak ambasadornya lah gitu, karena dengan bahasa-bahasa mereka yang bisa menjangkau orang muda,” tambahnya.
Suhara juga mengungkapkan bahwa awal mula kerja sama ini berawal dari aktivitas sepak bola yang diadakan oleh komunitas pemuda. Dari situ muncul pembicaraan soal donor darah, hingga akhirnya kami sepakat mengadakan gerakan donor darah nasional tahun ini di Tangerang Selatan.
Suhara menekankan bahwa meskipun di bulan puasa, masyarakat tetap diminta berpatisipasi untuk mendonorkan darahnya. Waktu terbaik untuk mendonorkan darah adalah pagi hari setelah sahur atau malam setelah berbuka puasa.
Dengan kondisi istirahat cukup minimal 5 jam di malam hari, dalam keadaan sehat baik tekanan darah maupun hemoglobin (HB), berat badan minimal 45 tahun dan berusia minimal 19 tahun. (eko)4
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























