SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kasi Humas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Muhamad Agil Sahril mengakui adanya anggota Polsek Cisauk yang melakukan pelecehan terhadap seorang ibu penjual kopi berinisial J. Kasus itu mencuat setelah beredarnya sebuah vidio di media sosial (medsos).
“Terkait dengan kejadian yang dilakukan oleh salah satu personel Polsek Cisauk dapat kami sampaikan bahwa personel tersebut sejak tadi malam telah diamankan oleh Propam Polres Tangsel kemudian telah dilakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (11/4/2025).
Agil mengklaim, Polres Tangerang Selatan berkomitmen untuk menindak tegas terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Aiptu S baik secara kode etik maupun secara disiplin. Kata dia, kedua pihak pun telah bersepakat berdamai.
“Dalam hal ini dari pihak yang dirugikan maupun beserta keluarga telah dilakukan upaya mediasi dan sepakat untuk tidak memperpanjang permasalahan tersebut. Dan mediasi tersebut ditandai dengan adanya surat pernyataan,” jelasnya.
Sementara, Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya serta Kasi Humas Polres Tangsel mengaku menyesal atas peristiwa yang melibatkan anggotanya. Menurutnya, ini menjadi bahan evaluasi untuk dikemudian hari.
“Sebelumnya kami memohon maaf atas dan menyesal terkait prilaku anggota kami, yang menciderai hati masyarakat dan pihak-pihak yang dirugikan. Hal ini menjadi evaluasi bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi,” katanya.
Baca Juga: Kasus Korupsi dan Pemerasan Sertifikasi K3, Noel Pasrah Dibui 4,5 Tahun
“Untuk yang bersangkutan sekarang sudah penempatan khusus atau patsus di Polres Tangsel ditangani Sie Propam,” sambungnya.
Lebih lanjut Dhady merinci kronologi pelecehan seksual yang terjadi di kawasan perempatan Muncul pada Selasa (8/4). Saat itu, Aiptu S mendatangi warung kopi setelah sholat Ashar.
“Kejadian tanggal 8 April 2025, lokasi kejadian seberang Pospam Operasi Ketupat Muncul. Yang bersangkutan itu anggota itu setelah sholat Ashar mampir ke warung kopi, di warung kopi itu lah dia ada interaksi dengan penjual kopi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga net dihebohkan dengan sebuah unggulan vidio diaplikasi X yang menarasikan seorang polisi melakukan pelecehan terhadap wanita. Dalam vidio, nampak sang suami korban pelecehan merekam seorang pria yang mengenakan seragam polisi bernama Sugiri.
Vidio yang diunggah akun @pasifisstate pada Kamis (10/4/2024) itu berdurasi 39 detik. Sambil menunjukkan wajah polisi, ia menyebut bahwa istrinya telah menjadi korban pelecehan.
“Ini polisi yang jaga di Muncul ini meraba-raba istri saya. Ini sudah pelecehan seksual, ini tidak beres polisi macam apa,” bunyi suara dalam vidio tersebut.
Baca Juga: KPAI Catat 426 Kasus Anak
Tidak tanggung-tanggung, dalam vidio yang sama bahwa sang suami menyebut kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Tidak berselang lama, satu polisi lainnya mencoba untuk menenangkan sang perekaman agar disudahi dan lanjut diselesaikan.
“Ini sudah kejadian dua kali, ini yang suka markir (ngatur lalu lintas) di sekolah SMA Monzer,” bunyi sang perekaman beriringan berakhirnya durasi vidio.
Sepanjang momentum itu, terduga pelaku pelecehan tidak memberikan sepatah kata pun. Walaupun sempat berdiri, akhirnya terduga pelaku kembali duduk di kursi. Dari pengamatan vidio yang diterima, situasi ini berlangsung didalam ruangan. Belum diketahui apakah pos polisi atau bukan.
Selanjutnya, pada Jumat (11/4) pagi vidio berikut dengan akun X tersebut sudah menghilang. Namun, vidio serupa terpantau kembali diunggah oleh sejumlah akun Instagram. (eko)
