SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Sebanyak 22,5 persen warga mengikuti program Mudik Gratis yang diadakan oleh pemerintah selama momen Hari Raya Idul Fitri 2025. Sebanyak 91,2 persen pemudik puas dengan rekayasa lalu lintas dan 96,1 persen puas dengan infrastruktur jalan yang digunakan pada masa arus mudik Lebaran.
Demikian hasil survei Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaIKOPI). “Dari hasil survei kami, 22,5 persen responden yang mengikuti program Mudik Gratis pemerintah, 65 persen tidak mengikuti program tersebut namun tahu ada program tersebut, dan hanya 12,5 persen tidak tahu ada program mudik gratis,” papar Direktur Riset dan Komunikasi KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, dalam jumpa pers secara virtual, Senin (14/4/2025).
Mayoritas pemudik mengikuti program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan sebagai penyelenggara, yaitu sebesar 29,7 persen. Disusul oleh mudik gratis BUMN sebesar 23,4 persen, dan hanya 11,7 persen yang mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah tingkat Kota/Kabupaten.
Pemudik yang mengikuti Mudik Gratis milik pemerintah banyak yang berasal dari Jabodetabek dengan persentase sebesar 55,6 persen. Sementara itu, daerah tujuannya paling banyak adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Tentang durasi tinggal di kampung halaman selama masa mudik, mayoritas responden mengaku sebanyak 4-7 hari atau sebesar 50,7 persen.
Kementerian BUMN menargetkan 100.000 pemudik yang ikut dalam program Mudik Gratis dengan menggandeng 78 perusahaan BUMN sebagai operatornya. Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan 86.312 kuota Mudik Gratis tahun ini.
Di sisi lain, survei menunjukkan, 91,2 persen pemudik puas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan Polri selama momen mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Survei yang sama juga menunjukkan 96,1 persen responden puas dengan infrastruktur jalan yang digunakan pada masa arus mudik Lebaran.
Sementara itu, sebanyak 92,9 persen pemudik puas dengan layanan di posko kesehatan, meski 7,1 persen lainnya menyatakan sebaliknya. Adapun fasilitas rest area dengan tingkat kepuasan tinggi, yakni ketersediaan bahan bakar (95,8 persen), kebersihan tempat makan/restoran (91,1 persen), kenyamanan tempat istirahat (89,1 persen), dan kebersihan toilet (86,2 persen). Kemudian, terkait kinerja polisi lalu lintas (polantas), sebanyak 87,9 persen pemudik yang disurvei merasa puas atas upaya menjaga keamanan arus mudik.
“Lalu untuk masalah keamanan, lalu kinerja Polantas terkait kelancaran, sebanyak 86,3 persen puas. Nah, ini kami bandingkan dengan tahun lalu ya, terkait kinerja Polantas, ya, terkait keamanan, ini naik 3,8 persen, di tahun lalu di 84,1 persen,” bebernya.
Tak cuma keamanan, kinerja polisi lalu lintas dalam menjaga kelancaran arus mudik pun naik sebesar 3,8 persen menjadi 86,3 persen dari tahun lalu yang sebesar 82,5 persen. “Terkait layanan darurat, tingkat kepuasannya naik cukup signifikan ya, dari 61,2 persen ke 90,3 persen,” jelasnya.
Survei KedaiKopi dilakukan pada 2-8 April 2025 terhadap 1.062 responden yang melaksanakan mudik tahun 2025. Metode pengambilan data dilakukan secara online dengan metode CASI (Computerized Assisted Self Interview). (rmg/san)