SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Jajaran Polsek Pamulang masih melakukan pengejaran terhadap Firdaus, pelaku pembacokan Narun (60) hingga tewas di Jalan Masjid Darussalam, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (30/4).
“Kita dari kepolisian melakukan tindakan menyebar luas anggota opsional untuk melakukan pengejaran terhadap si pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Fathurroji saat dikonfirmasi, Kamis (1/5).
Fathurroji menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa berdarah tersebut. Kata dia, berdasarkan informasi awal penyerangan yang dilakukan Firdaus terhadap Narun dilatarbelakangi perselisihan masalah warisan keluarga.
“Sementara masih penyelidikan terkait bukan penemuan mayat, jadi diduga adanya pembunuhan, karena siang hari kita sedang mengumpulkan bukti, sementara diperdalam, masih saudara, jadi ada hubungan dengan harta warisan. Info awal ada hubungan soal warisan,” bebernya.
Kata Fathurroji, Narun mengalami luka parah di bagian bahu belakang hingga leher. Narun pun tewas di tempat kejadian perkara di depan sebuah warung sembako.
“Luka di bahu, punggung, bekas senjata tajam gak tau bentuk barangnya, dua tusukan nyambung bagian belakang punggung. Sehingga mengakhiri hidup korban. Dilakukan visum otopsi ke RS Kramatjati Polri,” jelasnya.
Baca Juga: Kementerian PU Kaji Pengembangan Infrastruktur Kawasan Pendidikan di Pamulang
Sementara, salah satu cucu Narun, Vina Nazalina menyampaikan bahwa pelaku memang kerap mendatangi Narun sembari membawa senjata tajam yang berkaitan dengan soal warisan. Kata dia, pihak keluarga pun telah menyerahkan proses itu ke pihak kepolisian.
“Kaget banget. Enggak nyangka. Almarhum kerjanya di biro jasa. Mendapatkan hukuman setimpal, karena ini pembunuhan berencana,” katanya saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Gang Daman II RT 09 RW 014.
Diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami seorang pria paruh baya Narun. Narun meninggal dunia setelah mendapatkan luka bacokan saat sedang berbelanja di sebuah warung di Jalan Masjid Darussalam, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Insiden itu terjadi pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini pun menarik perhatian warga sekitar, sontak suasana menjadi mencekam seraya diceritakan oleh warga yang menyaksikan secara langsung.
“Saya lagi ngupas ubi di warung saya, dengar teriakan ibu-ibu ‘jangan-jangan’, saya keluarlah,” ujar Jefri salah satu warga saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Jefri menjelaskan, pelaku penyerangan itu Firdaus alias willy yang diketahui merupakan adik dari Narun. Kata dia, keduanya berselisih lantaran diduga akibat persoalan warisan orang tua.
Baca Juga: Empat Ton Sampah Diangkut dari Situ Pamulang
“Masalahnya saya tau dendam lama, masalah warisan, kebetulan jatuh disini si korban, ngga tau dah beli rokok atau apa, cuma di sini,” katanya. (eko)

















