SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Suasana pagi di Megantara Edupark, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tampak berbeda dari biasanya. Tawa ceria, alunan musik angklung, dan nyanyian riang terdengar mengisi udara dari ratusan anak berkebutuhan khusus.
Setidaknya sekitar 135 anak dari berbagai wilayah seperti Pamulang, Cirendeu, Parung, dan Citra Raya diundang khusus dalam kegiatan bersama anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari wujud nyata kepedulian terhadap kaum difabel, miskin, dan terpinggirkan.
Pastor Kepala Gereja Katolik Paroki Santo Barnabas, Romo Petrus Cipto Nugroho menyampaikan bahwa pertemuan itu rutin dilakukan setiap tahunnya. Kata dia, setiap anak tanpa kecuali, adalah pribadi bermartabat yang patut dirangkul dan dicintai.
“Dengan kegiatan ini diharapkan mereka memiliki semangat, memiliki harapan yang kuat, bahwa mereka adalah sungguh-sungguh pribadi yang bermartabat, yang perlu kita sapa, perlu kita ajak, dan juga perlu mereka supaya bersosialisasi satu dengan yang lain,” ujarnya di lokasi.
Santo mengatakan, pertemuan anak-anak dari berbagai latar belakang termasuk lintas agama, semuanya saling berkumpul untuk saling mengenal, belajar, dan berkembang bersama. Kata dia, pesertanya tidak hanya asal Tangsel, tetapi juga berasal dari Parung Kabupaten Bogor, dan Citra Raya Kabupaten Tangerang.
“Kami mengadakan ibadah doa, lalu kami mengadakan kegiatan nyanyi, game, mengembangkan bakat mereka. Mereka ternyata ada yang bisa main angklung, mereka ada yang bisa main musik, meskipun dengan segala kebutuhan kekurangan, tapi mereka sungguh luar biasa. Ini saya kira menggali ajang bakat mereka,” paparnya.
Baca Juga: YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta
“Pesertanya ini beda-beda, ini ada yang tinggal di dalam kelompok komunitas, ada yang pulang ke rumahnya, jadi mereka belajar di suatu tempat, lalu setelah selesai mereka pulang kepada keluarganya masing-masing. Jadi ini lintas agama, jadi semua agama ada di sini,” sambungnya.
Dirinya melanjutkan, tahun ini, kegiatan bersama anak berkebutuhan khusus juga menjadi momen syukur atas terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia.
“Ya tentu kita bersyukur dengan kegiatan ini pula saat ini kemarin bahwa gereja katolik Dunia telah terpilih Paus Leo yang XIV. Ini sebagai ungkapan syukur kita bersama dengan kita mensyukuri kegiatan ini atas kepilihan Paus pemimpin Gereja Katolik dunia,” jelasnya.
Santo menambahkan, semangat pelayanan sosial di Gereja Barnabas menyala setiap minggu. Setiap Rabu, mereka menggelar program Rabu Berkat, menyediakan makanan prasmanan gratis untuk lebih dari 250 orang, mulai dari tukang ojek hingga pemulung bisa menikmatinya. (eko)























