SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, terus berkomitmen menurunkan AKI dan AKB (Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi). Hal itu pun terbukti, dengan terus menurunnya AKI/AKB di Kabupaten Serang.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Rahmat Fitriadi mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya pada tahun 2021 angka kematian ibu mencapai 54 kasus, namun pada tahun 2023 turun menjadi 34 kasus, dan pada tahun 2024 turun menjadi 33 kasus.
“Untuk menurunkan 1 saja AKI itu luar biasa kerjanya,” ujar Rahmat, Selasa (13/5/2025).
Kemudian, untuk angka kematian bayi pada tahun 2023 terdapat 224 kasus, kemudian pada tahun 2024 turun menjadi 212 kasus.
“Kalau diurut untuk AKI/AKB ini di Provinsi Banten kita urutan kelima. Menurut Kemendagri ini suatu pencapaian dari koordinasi dan kolaborasi antar lintas sektor di Kabupaten Serang,” tambahnya.
Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Serang tersebut, kata Rahmat dibuatkan modul oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri RI, yang nantinya akan diterapkan di semua kabupaten/kota di Indonesia.
Baca Juga: RSDP Dan Dinkes Kabupaten Serang Bantu Pasien Yang Tak Miliki Biaya
“Pemerintah Provinsi Banten juga mereplika program kita ini,” ungkapnya.
Rahmat menuturkan, Penanganan AKI/AKB tersebut dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh Kemendagri secara berkala selain Pemkab Serang sendiri melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali.
“Program ini dimulai sejak November 2021. Kita memasukan isu keselamatan ibu dan bayi ini menjadi isu utama dan Alhamdulillah terjadi perubahan,” pungkasnya. (sidik)
