Rabu, 1 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Dedi Mulyadi Tantang KPAI

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 19 Mei 2025 17:24 WIB
Rubrik Nasional
Dedi Mulyadi Tantang KPAI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi KPK, Senin (19/5/2025). Kehadirannya terkait membahas sejumlah program agar tidak dikorupsi. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan program pembinaan siswa bermasalah melalui pelatihan di barak militer akan terus berjalan dan diperluas, meski Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan adanya potensi pelanggaran hak anak.

Dedi menyampaikan banyak peserta program menunjukkan perubahan sikap yang signifikan. “Perubahan sikap anak, seperti kedisiplinan dan rasa empati, terlihat jelas. Bahkan ada yang menangis di depan ibunya dan mencium kakinya. Hal seperti ini belum tentu didapat dari pendidikan di sekolah,” ujarnya, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5).

Dedi menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen memperluas program ini dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota. Ia menargetkan program ini bisa menjangkau hingga 15.000–20.000 siswa bermasalah di seluruh Jawa Barat.

Sebanyak 273 siswa dari berbagai sekolah di Jawa Barat dijadwalkan lulus dari pelatihan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (20/5). Mereka telah menjalani pelatihan kedisiplinan dengan metode militer selama beberapa pekan.

“Setelah ini akan ada angkatan baru lagi. Mungkin dari 1.000, 1.500, 2.000, atau bahkan 5.000 siswa. Jika terkoneksi dengan kabupaten-kota, jumlahnya bisa mencapai 15 ribu sampai 20 ribu yang dikelola oleh kami,” katanya. “KPAI mau ambil berapa?” tambahnya dengan setengah bertanya.

Sebelumnya, KPAI mengkritik proses seleksi peserta yang dinilai kurang profesional. Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyatakan bahwa seleksi tidak dilakukan melalui asesmen psikologis profesional, melainkan hanya berdasarkan rekomendasi guru bimbingan konseling (BK). Bahkan, beberapa sekolah tidak memiliki guru BK sama sekali.

Baca Juga: KPAI Catat 426 Kasus Anak

“Program tidak ditentukan berdasarkan asesmen psikolog profesional, hanya rekomendasi guru BK,” ungkap Jasra dalam konferensi pers daring, Jumat (16/5).

KPAI juga menerima laporan bahwa sejumlah siswa merasa tertekan karena ancaman tidak naik kelas jika menolak mengikuti program ini. Sekitar 6,7 persen siswa mengaku tidak tahu alasan mereka dikirim ke barak.

BeritaTerbaru

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Selasa, 23 Jun 2026 17:31 WIB
Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB
Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Senin, 22 Jun 2026 16:24 WIB

Ketua KPAI Ai Maryati Solihah menyatakan kondisi tersebut berpotensi melanggar hak anak. “Kami berharap tidak terjadi pelanggaran hak anak, tetapi potensi itu ada,” katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Dedi menyatakan terbuka bekerja sama dengan KPAI. Ia berharap lembaga itu turut terlibat dalam pemantauan dan pembinaan kelanjutan siswa setelah lulus program.

Menurut Dedi, program ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menangani persoalan sosial yang dialami generasi muda. “Kami harap KPAI datang, melihat anak-anak yang sudah lulus ini. Apa yang akan dilakukan terhadap mereka? Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tapi juga lembaga seperti KPAI,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja, seperti perundungan, kekerasan, dan kecanduan gim daring, sudah menjadi beban sosial yang harus segera diatasi. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah meski bersifat darurat.

Baca Juga: KPAI Kecam Kasus Pencabulan Puluhan Siswa SD oleh Guru di Tangsel

Dedi juga menyinggung pendekatan KPAI yang dianggap terlalu teknis. “Kalau KPAI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya, tidak akan bisa menyelesaikan problem anak yang bermasalah,” katanya.

Melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi7, Dedi kembali mengajak KPAI terlibat langsung di lapangan. Ia mengharapkan KPAI aktif menangani berbagai persoalan sosial anak dan remaja di daerah, mulai dari kekerasan seksual hingga pergaulan bebas.

“Saya mohon segera KPAI turun ke daerah-daerah, gerakkan KPAI di daerah untuk memberikan perlindungan. Mari bergandengan tangan melindungi anak Indonesia,” kata Dedi dalam video yang menampilkan interaksinya dengan siswa peserta program.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang tua kini kehilangan kendali atas anak-anak mereka. Ketika keluarga tidak mampu mengatasi kenakalan remaja, negara harus hadir, termasuk lewat pendekatan yang tidak konvensional.

“Orang tua tak memiliki kesanggupan lagi untuk menangani, jadi ketika ada kebuntuan, saya dan seluruh bupati, wali kota harus memberikan jalan meskipun itu jalan darurat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan lebih dari Rp5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan infrastruktur serta pembinaan karakter melalui pelatihan seperti ini. “Anggaran pendidikan karakter yang termasuk pembinaan siswa bermasalah di barak berasal dari realokasi belanja yang selama ini tidak efisien,” jelas Dedi.

Meski menuai kritik, Dedi yakin pendekatan ini adalah salah satu solusi darurat untuk menyelesaikan persoalan sosial. Ia berharap semua pihak, termasuk KPAI, duduk bersama merumuskan langkah jangka panjang demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. (rmg/san)

Tags: Dedi Mulyadigubernur jawa baratkpai
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut
Nasional

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB
Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik
Bisnis

Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Sabtu, 20 Jun 2026 11:00 WIB
Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni
Kota Tangerang

Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni

Sabtu, 20 Jun 2026 10:55 WIB
Headline

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Pagi Tadi

Jumat, 19 Jun 2026 11:28 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen

Kamis, 18 Jun 2026 15:59 WIB
Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan
Nasional

Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan

Kamis, 18 Jun 2026 15:57 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pura-pura Hendak Salat, Pelaku Curanmor Beraksi di Area Masjid di Wilayah Larangan

Pura-pura Hendak Salat, Pelaku Curanmor Beraksi di Area Masjid di Wilayah Larangan

Rabu, 24 Jun 2026 18:35 WIB
112 Anak Yatim dan Duafa di Lebak Dikhitan Gratis

112 Anak Yatim dan Duafa di Lebak Dikhitan Gratis

Kamis, 25 Jun 2026 20:04 WIB

5.000 UMKM Binaan Gajah Tunggal Terima Sertifikat Halal

Senin, 29 Jun 2026 13:37 WIB
SANTUNAN YATIM - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Pandeglang, menyantuni anak yatim, Kamis (25/6/2026). (ISTIMEWA)

Santunan, Bupati dan BAZNAS Pandeglang Berbagi Kebahagiaan Dengan 230 Anak Yatim dan Dhuafa

Kamis, 25 Jun 2026 16:24 WIB
Kematian Akibat DBD di Tangsel Nol Sejak 2024, Benyamin: Hasil Kolaborasi Semua Pihak

Kematian Akibat DBD di Tangsel Nol Sejak 2024, Benyamin: Hasil Kolaborasi Semua Pihak

Kamis, 25 Jun 2026 16:10 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.