SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Persaingan Napoli dan Inter Milan untuk juara Liga Italia bakal ditentukan di pekan terakhir. Laga playoff Scudetto juga berpeluang digelar jika poin kedua tim sama.
Napoli dan Inter Milan sama-sama bermain imbang pada laga pekan ke-37. Napoli tertahan 0-0 di markas Parma, Ernio Tardini, Senin (19/5/2025).
Pada saat bersamaan, Inter bermain imbang 2-2 dengan Lazio di Giuseppe Meazza. Si Ular sebenarnya berpeluang besar memenangi laga ini.
Mereka sempat unggul 2-1 hingga menit ke-90. La Benamata unggul dulu lewat Yann Bisseck sebelum Pedro menyamakan kedudukan.
Inter kembali unggul lewat Denzel Dumfries. Gol kedua Pedro lewat penalti di menit akhir membuyarkan kemenangan Nerazzurri.
Jika menang, Inter bakal menyalip Napoli di puncak klasemen. Namun, La Beneamata membuang kesempatan tersebut.
Inter kini berada di urutan kedua dengan 78 poin terpaut satu angka dari Napoli yang meraih 79 poin di puncak klasemen. Persaingan kedua tim untuk meraih Scudetto harus ditentukan di pekan terakhir.
Laga playoff juga berpeluang digelar jika poin kedua tim sama usai pekan terakhir. Napoli dan Inter akan saling berhadapan di tempat netral dengan format satu pertandingan jika playoff digelar.
Pada laga pekan terakhir, Napoli akan menjamu Cagliari di Stadio Diego Armando Maradona. Inter harus bertandang ke markas Como. Laga pekan terakhir akan digelar serentak pada Minggu (25/5/2025) pukul 20.00 WIB.
Antonio Conte terkuras habis tenaga dan emosinya. Pelatih Napoli itu ada di ambang juara Liga Italia dengan tiga klub berbeda, sebelumnya bersama Juventus dan Inter Milan, tapi musim ini rasanya sangat-sangat sulit.
“Ini musim tersulit dalam karier saya. Saya benar-benar kelelahan,” ujarnya kepada DAZN.
“Kami kena badai cedera, harus mengubah sistem dan taktis, serta situasi yang berbeda di tiap laga. Dengan sisa skuad yang ada, kami tidak pernah mengeluh. Walau tenaga kami sudah tipis dan masih harus terus melaju dengan kekuatan penuh,” paparnya.
Antonio Conte bahkan menerapkan formasi yang berbeda-beda pada Napoli di sepanjang musim ini. Punya pakem 3-5-2, Conte menjajal 4-3-3, 4-4-2, sampai 3-4-2-1.
“Saya sudah memberikan segalanya, saya sudah melampaui batas saya,” ungkap Conte.
“Napoli luar biasa karena semangat dan antusiasmenya, tetapi juga membawa tuntutan dan harapan yang seringkali lebih tinggi dari kemampuan yang realistis,” tutupnya.
Antonio Conte tak menampik timnya mau jadi juara Serie A di hadapan penggemar sendiri. Baginya hal itu akan terasa istimewa, mengingat perjuangan anak-anak asuhnya yang bekerja keras musim ini.
“Kami sudah dekat dengan Scudetto, tetapi kami masih harus mengambil langkah terakhir. Langkah itu akan diambil di kandang sendiri, dengan dukungan dari para penggemar kami,” kata Conte kepada DAZN.
“Ini adalah musim yang sangat sulit, kami telah mencapai apa yang ingin kami lakukan, yaitu menyusahkan para pemimpin klasemen hingga akhir. Kami telah berada di puncak untuk waktu yang lama, meskipun musim ini penuh dengan kesulitan, tetapi kami tidak pernah mengeluh,” sambungnya.
“Kami terus maju dan kami berada di sana untuk mencapai sesuatu yang tak terpikirkan dan bersejarah bagi klub. Juara di Napoli tentu berbeda dengan menang di tempat lain, di klub-klub yang terbiasa mengumpulkan gelar dan trofi,” Conte menuturkan.
Pada laga penentuan nanti, baik Napoli maupun Inter Milan tak bisa didampingi pelatih kepala. Napoli tidak bisa didampingi Conte untuk menjalani laga melawan Cagliari. Sang pelatih diganjar kartu merah akibat protes keras saat melawan Parma, yang berkesudahan 0-0. Hal sama juga terjadi untuk Inter. Nerazzurri tak bisa didampingi Inzaghi di sisi lapangan. Juru taktik berusia 49 tahun itu dikenai kartu merah dalam duel 2-2 melawan Lazio.
Bukan cuma perebutan scudetto yang masih sengit di Serie A 2024/2025. Perebutan posisi 4 besar dan saling sikut di papan bawah juga masih alot sampai akhir. (dm)