SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Minggu pagi itu, RW 07 Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tidak seperti biasanya. Tawa anak-anak bersahut-sahutan dari halaman kecil di dekat balai warga.
Di antara balon-balon warna-warni dan lembaran kertas gambar yang tersebar di atas tikar, puluhan anak tampak asyik mewarnai, menyanyi lagu kebangsaan, hingga berjoget sambil memegang balon di kepala.
Di tengah riuh itu, berdiri para mahasiswa berseragam hitam-putih dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cabang Cimone dan Ciledug. Mereka adalah bagian dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), yang hari itu turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.
Dengan tema “Bermain, Belajar, dan Berkreasi Bersama Nilai-Nilai Pancasila”, mereka memilih pendekatan yang tidak biasa: menyisipkan semangat kebangsaan dalam aktivitas bermain anak.
“Kami ingin anak-anak bisa mengenal Pancasila bukan sebagai hafalan di buku, tapi sebagai nilai-nilai yang bisa mereka rasakan dan lakukan. Lewat lomba, nyanyian, dan gambar, mereka bisa belajar tentang gotong royong, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan,” ujar F. Juan, Ketua Pelaksana kegiatan, sambil memantau jalannya lomba mewarnai.
Lomba menyanyikan lagu kebangsaan menjadi salah satu yang paling ditunggu. Dengan suara polos dan penuh semangat, anak-anak melantunkan “Indonesia Raya” dan “Garuda Pancasila”. Ada yang berdiri tegak penuh percaya diri, ada pula yang masih malu-malu, namun senyuman tak pernah lepas dari wajah mereka.
Salah satu peserta, Salsa (8), mengatakan bahwa ia senang ikut lomba karena bisa belajar lagu baru dan dapat hadiah. “Aku suka lagu Garuda Pancasila. Enak nadanya. Aku juga mewarnai bendera,” katanya bangga sambil menunjukkan hasil karyanya.
Kegiatan ini bukan hanya menyasar anak-anak. Orang tua dan warga sekitar juga turut hadir, menyaksikan anak-anak mereka berkreasi sambil mengobrol santai dengan para mahasiswa. Interaksi ini membuat suasana menjadi hangat dan akrab—seperti keluarga besar yang sedang merayakan sesuatu yang penting.
Ketua RW 07 Karawaci Baru, Ferdy Yusuf, yang turut hadir dan memberi sambutan, mengaku bangga dengan inisiatif para mahasiswa.
“Jarang ada kegiatan seperti ini. Biasanya kegiatan mahasiswa lebih formal atau sekadar seremonial. Tapi ini berbeda—langsung menyentuh warga, terutama anak-anak. Ini yang dibutuhkan bangsa kita: cara-cara baru untuk menanamkan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya memperingati Pancasila sebagai ideologi negara, tetapi juga menghidupkannya di tengah masyarakat. “Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Dan Pancasila harus hadir dalam dunia mereka sejak sekarang,” tambahnya.
Tak hanya mahasiswa UBSI, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas kampus. Terlihat hadir pula mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah, Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Universitas Raharja, dan Universitas Budhi Dharma. Semuanya menyatu dalam semangat yang sama: berkontribusi bagi bangsa melalui aksi nyata.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus ini memberi warna tersendiri pada kegiatan. Mereka bukan hanya relawan, tetapi juga sahabat bagi anak-anak dan warga. Dari memandu lomba hingga membantu anak-anak menempel stiker Pancasila, semua dilakukan dengan senyum tulus.
Bagi Himakom UBSI, ini bukan kali pertama mereka turun ke masyarakat. Namun momen 1 Juni 2025 ini terasa spesial karena mereka bisa menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dengan cara yang lebih hidup dan menyentuh.
“Kita ingin membangun komunikasi yang tidak kaku. Mahasiswa Ilmu Komunikasi harus mampu jadi jembatan antara nilai-nilai besar bangsa dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ini bentuk kecilnya,” tutur Juan.
Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama. Anak-anak pulang dengan hadiah kecil di tangan, wajah penuh senyum, dan—mungkin—benih cinta tanah air yang tumbuh dalam hati mereka. (mg01)