SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama DKPPP Provinsi Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban musiman, pada Rabu (4/6/2025). Pemeriksaan awal berlangsung di lapak pedagang sepanjang Jalan Maruga Raya, Ciputat.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan DKPPP Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengungkapkan bahwa pendataan dan pemeriksaan hewan kurban sudah dimulai sejak H-14. Hingga saat ini, pihaknya telah mendata sekitar 16 ribu hewan kurban yang tersebar di Tangsel.
“Jadi kita sudah mulai pendataan hewan kurban dari H-14 sampai sekarang itu kita di Tangsel hewan yang sudah terdata 16 ribu. Itu gabungan antara kerbau, sapi, kambing, domba. Sapi sekitar 5 ribu, kerbau puluhan, kambing 12 ribu dan domba sekitar 3 ribuan,” ujarnya saat dimintai keterangan di lokasi.
Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah gejala ringan pada hewan kurban seperti mata merah dan pilek. Menurut Pipit, gejala tersebut muncul akibat kepadatan ternak selama proses transportasi, yang menyebabkan peningkatan kadar amonia (urium). Namun, kata dia, kondisi tersebut tidak berdampak soal kelayakan hewan untuk dikurbankan.
“Yang kita temukan penyakit penyakit seperti akibat transportasi, diantaranya kita temukan mata merah, pilek, itu diakibatkan karena kepadatan ternak terllalu banyak sehingga urium dari ternak naik,” katanya.
Sebagai bentuk antisipasi, DKPPP juga memberikan suplemen tambahan seperti vitamin dalam bentuk tablet kepada para penjual di lapak agar bisa diberikan secara mandiri.
Baca Juga: SDN Kademangan 02 Setu Langganan Krisis Air, Sekolah Minta Solusi Permanen
“Untuk peternak-peternak binaan kita beberapa minggu lalu sudah kita treatment yang sakit. Tapi untuk yang di lapak-lapak ini paling droping vitamin tablet untuk mereka bisa berikan sendiri,” katanya.
Terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD), Pipit memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan atau temuan kasus di lapak-lapak yang telah diperiksa.
“Kita belum ada laporan lagi untuk kejadian di lapak yang kita sudah cek, jadi sampai saat ini aman,” ucapnya.
Kata Pipit, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sekitar 53 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Tangsel. Setelah itu, tim DKPPP akan melanjutkan pemeriksaan ke lapak-lapak yang berada di pinggir jalan atau area yang belum terjangkau.
“Kalau yang diperiksa kita kemungkinan sekitar 53 lapak yang sudah kita cek dan sisir. Selanjutnya kita sisir dari pinggir-pinggir jalan yang sekiranya banyak lapak,” jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat, DKPPP menempelkan stiker khusus pada lapak yang sudah dilakukan pemeriksaan, sebagai tanda bahwa hewan di lapak tersebut telah dinyatakan sehat dan layak untuk dikurbankan.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 13 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Pedagang musiman di Jalan Maruga Raya, Ahmad menyampaikan bahwa penjualan tahun ini mengalami penurunan khususnya untuk hewan ternak kambing. Menurut pria yang sudah berjualan lima tahun itu, penurunan penjualan baru terjadi pada tahun ini.
“Malah turun untuk kambing, kalau sapi alhamdulillah masih sama dengan tahun lalu. Kalau untuk kambing memang tahun ini merosot, ini tinggal dua hari tapi masih banyak yang belum terjual. Sapi di sini ada 20, kambing 40. Yang terjual sapi sisa 3,kambing baru 15 yang kejual,” pungkasnya. (eko)

















