SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kondisi ruas jalan Prof. Dr. Ir Soetami di Kampung Tutul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung becek dan licin akibat aktivitas truk pengangkut tanah. Warga sekitar pun mengeluh. Sebab selain berdampak kerusakan lingkungan jalan nasional tersebut kerap mengancam keselamatan jiwa pengendara.
Jalan Soetami merupakan jalan nasional dan merupakan jalur utama yang menghubungkan pusat Kota Rangkasbitung dengan Kabupaten Serang dan Tangerang. Pada siang hari jalan berdebu dan menganggu penglihatan pengendara.
Menurut warga sekitar, kondisi ini sudah berlangsung hampir satu tahun terakhir. Jalan itu setiap harinya selain dilintasi kendaraan umum juga dilintasi puluhan truk tanah yang beroperasi menuju lokasi proyek galian di sekitar. Tanpa pengawasan ketat, truk-truk ini sering meninggalkan sisa-sisa lumpur dan tanah di jalanan, yang membuat permukaan jalan menjadi licin terutama saat hujan turun.
Akibat jalan yang licin dan berlumpur itu, beberapa pengendara motor sering mengalami kecelakaan. Salah satu insiden tragis terjadi belum lama ini, di mana seorang pengendara sepeda motor tergelincir dan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan.
“Setiap sore jalanan pasti becek. Kami sudah beberapa kali lihat orang jatuh, bahkan sekitar bulan lau, itu ada yang meninggal setelah kecelakaan di sini. Sudah terlalu parah ini,” kata Maryanah (43), warga setempat, Rabu (4/6).
Maryanah mengaku sudah lama resah dengan aktivitas truk tanah yang keluar masuk kawasan pemukiman tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya. Sebab, selain mengganggu kenyamanan berkendara juga merusak lingkungan. Tidak hanya itu, dirinya sudah sering melihat kecelakaan di jalan tersebut.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Tangsel Dikebut, Ditargetkan Rampung 100 Persen Desember
“Kalau ngomongin kecelakaan sering banget ya, pasti setiap sore atau pagi ada aja kecelakaan ya. Sekitar bulan lalu ada warna meninggal setelah kecelakaan di sini, karena tergelincir karena jalan licin,” tuturnya.
Dirinya berharap semoga adanya penindakan lebih tegas terhadap aktivitas truk tanah yang dianggap mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga. Lebih lanjut dia mengusulkan agar jalur khusus truk tanah dibuat agar tidak mengganggu jalan utama.
“Jalan Prof Dr Ir Soetami memang sangat vital, jalan ini menjadi penghubung utama bagi aktivitas masyarakat, termasuk transportasi umum, pelajar, dan pekerja. Bila tidak ditangani serius, dikhawatirkan akan semakin banyak korban jatuh,” pungkasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lebak, Ipda Asep Supriadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi agar para pengusaha untuk melakukan pembersihan jalan secara berkala.
“Sudah ada penanganan untuk membersihkan jalan secara rutin. Selain itu, kami juga sudah tempatkan personel di titik rawan kecelakaan untuk mengatur lalu lintas,” kata Asep saat dihubungi melalu telepon selulernya.
Menurutnya, setiap malam jalan dibersihkan agar tidak menganggu pengendara di jalanan. Saat ini jalanan sudah bersih dan tidak ceceran tanah. “Setiap malam jalan dibersihkan, jadi kondisinya sudah bersih enggak ada ceceran lagi di jalanan,” tegasnya.
Baca Juga: Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas
Asep juga menambahkan, jika ada pelanggaran pihaknya dari Satlantas akan meningkatkan patroli di jam-jam sibuk untuk memastikan kendaraan berat tidak melintasi kawasan padat saat jam operasional masyarakat. “Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pengelola truk agar mengatur jam operasi dan memastikan truk dalam kondisi laik jalan, termasuk tidak menumpahkan tanah di jalan,” imbuhnya. (mulyana)

















