SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak. Iran melancarkan gelombang serangan rudal ke berbagai wilayah Israel, termasuk kota Bat Yam di sebelah selatan Tel Aviv.
Serangan tersebut menyebabkan enam orang tewas, seperti dilaporkan The Times of Israel dan Ynet News pada Minggu (15/6/2025). Bat Yam menjadi salah satu kota yang mengalami kerusakan terparah akibat hantaman rudal Iran.
Sebelumnya, rudal-rudal Iran juga menghantam permukiman warga di Rishon Lezion dan wilayah Tel Aviv. Sejumlah bangunan runtuh, dan tim penyelamat Israel dikerahkan untuk mencari korban yang masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Puluhan warga Israel lainnya mengalami luka-luka. Sheba Medical Center di Ramat Gan merawat sedikitnya 43 korban, sementara Shamir Medical Center di Be’er Ya’akov melaporkan empat pasien luka, dua di antaranya dalam kondisi sedang.
Serangan rudal Iran merupakan respons langsung atas operasi udara besar-besaran yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada Jumat (13/6). Dalam operasi bertajuk Operation Rising Lion, Israel mengerahkan lebih dari 200 jet tempur dan melakukan berbagai aksi sabotase yang menyasar fasilitas militer strategis Iran, termasuk pusat pengayaan uranium Natanz dan markas Garda Revolusi Islam (IRGC).
Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel dalam tujuh gelombang serangan yang menyebabkan kematian, luka-luka, serta kerusakan bangunan dan kendaraan.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
Israel juga melanjutkan serangannya dengan menghantam kantor pusat Kementerian Pertahanan Iran di kawasan Nobonyad, Teheran.
Gelombang serangan balasan Iran berlanjut hingga Sabtu malam dan Ahad dini hari, menghantam sejumlah kota besar Israel, termasuk Haifa, Rehovot, dan Bat Yam. Aljazirah melaporkan bahwa kerusakan di Bat Yam dan Haifa sangat parah, sementara akses informasi di empat lokasi lainnya dibatasi oleh sensor militer Israel.
Serangan kedua dari Iran dilaporkan lebih dahsyat, menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 240 warga. Di Bat Yam, diperkirakan 35 orang masih hilang. Tim penyelamat terus menggali reruntuhan untuk mencari korban selamat. Pemerintah Israel mendirikan pusat identifikasi korban di wilayah tersebut.
Layanan ambulans Magen David Adom mengonfirmasi bahwa seorang wanita berusia dua puluhan tewas di Haifa setelah ditarik dari reruntuhan. Di kota itu, 14 orang lainnya mengalami luka, satu di antaranya kritis. Media Israel menyebut sejumlah bangunan dan jalan di Haifa, Tamra, dan Kriot mengalami kerusakan parah.
Menurut laporan Fars News Agency, Iran menggunakan rudal Emad, Qader, dan Khaibar dalam serangan ke wilayah Israel. Rudal-rudal tersebut adalah jenis taktis berbahan bakar padat dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi. Sementara kantor berita IRNA melaporkan bahwa rudal hipersonik juga digunakan dalam serangan terbaru terhadap Haifa.
Kerusakan juga tercatat di pusat riset ilmiah Israel. The New York Times melaporkan kebakaran terjadi di gedung laboratorium akibat serangan rudal ke pusat penelitian Weizmann Institute di Rehovot. Yedioth Ahronoth menyebut fasilitas itu mengalami kerusakan serius.(rmg/san)
Baca Juga: Nyaris Tewas Dihajar Massa, Maling Motor di Pondok Aren Diamankan Polisi
