SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, telah menyelesaikan verifikasi data warga miskin. Hasilnya, dari 113 ribu lebih warga miskin ditahun 2024 lalu, saat ini tinggal 80.542 warga yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Informasi yang berhasil didapat, warga miskin di Kecamatan Labuan sebanyak 3.252 orang, Saketi 2.937 orang, Menes 2.639 orang, Cikedal 2.400 orang, Cimanuk 2.360 orang, Cigeulis 2.283 orang, Banjar 1.986 orang, Cadasari 1.986 orang, Cisata 1.897 orang, Cibitung 1.753 orang, Sumur 1.687 orang.
Kemudian, di Kecamatan Cipeucang 2.161 orang, Pandeglang 1.787 orang, Cimanggu 2.263 orang, Jiput 2.594 orang, Pagelaran 2.570 orang, Sobang 2.393 orang, Carita 2.788 orang, Kaduhejo 2.810 orang, Koroncong 1.646 orang, Sindangresmi 1.712 orang, Mandalawangi 3.388 orang.
Selanjutnya, Kecamatan Patia 2.054 orang, Majasari 1.800 orang, Cibaliung 2.390 orang, Picung 3.180 orang, Cikeusik 3.499 orang, Panimbang 2.351 orang, Mekarjaya 1.622 orang, Bojong 2. 052 orang, Karang Tanjung 1.648 orang, Munjul 2.104 orang, Angsana 1.953 orang, Sukaresmi 2.037 orang, dan Kecamatan Pulosari 2.560 orang,
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pandeglang Wilayah Satu Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Nouvan Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan verifikasi dan validasi (Verval) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) se Kabupaten Pandeglang.
Data itu, kata dia, merupakan hasil pemeriksaan langsung di lapangan oleh para petugas. Tujuannya, guna memastikan keabsahan dan validasi data warga miskin di Kabupaten Pandeglang tahun 2025.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Kita baru menyelesaikannya beberapa waktu lalu. Memang ada penurunan jumlah warga miskin di Pandeglang, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita sudah serahkan data ini kepada Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Sosial,” kata Nouvan, Senin (16/6/2025).
Nouvan mengatakan, berkurangnya jumlah warga miskin di Kabupaten Pandeglang, karena beberapa hal, diantaranya karena adanya perbaikan perekonomian masyarakat. Hal itu, kata dia, merupakan sinyal positif karena angka kemiskinan di Pandeglang mulai berkurang.
“Ya, yang pasti sosial ekonomi keluarga, kekudian pndapatan bertambah dan pekerjaan. Itu yang berpengaruh pada peringkat desil. Kalau melihat data, memang berkurang untuk warga miskin di Pandeglang,” tambahnya.
Dia menerangkan, pemutakhiran data itu untuk memastikan status warga Pandeglang. Dengan begitu, pemberian bansos baik dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bansos lainnya, bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan.
“Sepertinya dilakukan pemeringkatan oleh Pusat. Mana yang masuk katergori desil 1, 2, 3, dan seterusnya. Misalnya, desil 1 sangat miskin, desil 2 miskin, desil 3 Rentan miskin, desil 4 dan seterusnya sejahtera atau kaya,” ujarnya.
Data terbaru itu, akan masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), karena aplikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak lagi digunakan. Artinya, setelah semua verval selesai, akan dimasukan dalam data tunggal penerima bansos.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
“Kemungkinan besar seperti itu, nanti kedepannya. Tetapi untuk sekarang, kita selesaikan dulu tahapan pemutakhiran data ini, setelah selesai baru nanti akan kita sampaikan secara jelas,” ujarnya.
Sekretaris Camat (Sekmat) Cadasari Eka Rahmawijaya mengatakan, jumlah warga miskin di wilayahnya masih banyak dan membutuhkan bantuan. Namun, dia berharap bantuan yang diberikan bukan hanya sekedar uang, melainkan bantuan menciptakan kemandirian usaha dan berusaha.
“Iya masih banyak warga miskin. Mudah-mudahan saja, nanti akan ada juga bantuan untuk kemandirian usaha, karena kalau hanya mengandalkan bantuan uang, tentunya akan sulit untuk keluar dari kemiskinan,” imbuhnya.(adib)
























