SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menetapkan Desa Taban, Kecamatan Jambe, sebagai desa percontohan bebas tuberkulosis (TBC). Inisiatif ini menjadi langkah terobosan dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa penanganan TBC memerlukan sinergi lintas sektor, melibatkan tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Program Desa Bebas TBC (DBT), katanya, tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan berbasis partisipasi masyarakat.
“Melalui DBT, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam mendeteksi, melaporkan, dan mendukung pengobatan penderita. Termasuk dalam pemberian terapi pencegahan bagi kontak erat. Ini merupakan bagian penting dari upaya menciptakan generasi sehat dan unggul lewat program TUNAS,” ujar Intan saat menghadiri pencanangan DBT di Aula Desa Taban, Selasa (25/6/2025).
Wanita yang akrab disapa Teh Intan itu juga menyoroti bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, kata dia, komitmen bersama dan kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan untuk mencapai target eliminasi TBC.
“Pencanangan Desa Bebas TBC ini menjadi bukti bahwa pencegahan dan pengendalian TBC adalah tanggung jawab bersama—baik tenaga medis, kader, maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Intan, langkah ini merupakan strategi konkret dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. Dimulai dari tingkat desa, pemerintah berharap akan terbentuk komunitas-komunitas yang peduli kesehatan dan mampu melakukan deteksi dini, sekaligus menghapus stigma terhadap penderita TBC.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
“Program ini menyasar aspek kuratif sekaligus partisipatif. Masyarakat diajak aktif dalam setiap proses, mulai dari deteksi hingga dukungan pengobatan,” tambahnya.
Intan juga menegaskan komitmen Pemkab Tangerang untuk terus mendukung generasi unggul melalui program unggulan TUNAS (Talenta Unggul, Generasi Sehat). “Kami ingin generasi mendatang tidak hanya berprestasi, tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani. Memberantas TBC sejak dini menjadi bagian penting dari upaya ini,” tegasnya.
Ia pun berharap pencanangan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari aksi nyata mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas TBC.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, mengungkapkan bahwa implementasi program DBT di Desa Taban berlangsung pada 3–19 Juni 2025, mencakup delapan RT. Skrining TBC dilakukan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), tiga kali dalam seminggu, oleh tim Puskesmas Jambe dan berkoordinasi dengan Ketua TP PKK Desa.
“Selama delapan hari pelaksanaan, sebanyak 410 warga telah mengikuti skrining. Dari jumlah itu, ditemukan 73 orang terduga TBC, dan setelah dites menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), seluruhnya dinyatakan negatif,” jelasnya.
Dinkes menargetkan skrining TBC melalui program CKG terus berjalan hingga Agustus 2025, dengan target harian mencapai 200 orang. Diharapkan hasilnya dapat mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Taban.
Baca Juga: Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane
“Dinas Kesehatan optimistis Kabupaten Tangerang mampu mencapai target eliminasi TBC pada 2030. Inovasi Desa Bebas TBC di Desa Taban akan kami perluas ke 29 kecamatan lainnya,” pungkasnya. (alfian/aditya)
