SATELITNEWS.COM, SERANG – Puluhan calon tenaga kerja yang mengaku jadi korban praktik percaloan, oleh oknum perusahaan alih daya untuk bekerja di RSUD Adhyaksa Banten. Akibat persoalan tersebut, sejumlah warga berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (25/6/2025).
Masa aksi tersebut, kemudian ditemui oleh Asda II Pemkab Serang, Febrianto, dan Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana A Utami. Bahkan, sempat melakukan dialog di lokasi aksi.
“Saya diminta Rp4 juta, tapi baru masuk Rp2 juta. Itu bulan ini nyerahin uangnya,” ujar seorang warga Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Selawati (19).
Akan tetapi setelah dirinya bayar, ia pun tak kunjung masuk kerja. Dijelaskannya, bahwa awalnya dirinya diminta biaya oleh oknum dari PT NCI bernama Izal, apabila ingin bekerja di RSUD Adhyaksa. Izal sendiri, merupakan salah satu pekerja di PT NCI dan tinggal didekat rumah korban.
Selawati menngungkapkan, total ada sebanyak 14 orang yang menjadi korban. Semuanya, merupakan warga sekitar RSUD Adhyaksa.
“Warga sekitar semua, dari Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan. Sudah bayar semua, bayar buat administrasi katanya biar cepat masuk kerja,” ujarnya.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
Selawati pun berharap, agar uang yang sudah dibayarkan bisa kembali atau cepat masuk kerja. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertama dirinya mencari pekerjaan, sebab baru lulus sekolah.
“Belum pernah kerja, ini baru mau kerja,” akunya.
Asda II Pemkab Serang, Febriyanto mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya aksi tersebut, sebab aksi yang dilakukan masyarakat itu sebagai salah satu masukan bagi Pemda.
“Tapi kami juga sikapi dengan seksama, dan menyelesaikan laporan dari masa aksi. Kita cari solusi, dan kebenaran akar masalahnya,” ujarnya.
Apalagi saat ini, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah telah melakukan deklarasi, penanganan pungli yang dilakukan di Desa Ciageul, Kecamatan Kibin, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut, sebagai komitmen Pemkab Serang untuk memberantas praktek percaloan tenaga kerja.
Baca Juga: GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana A Utami mengatakan, masa aksi meminta agar pekerja di RSUD Adhyaksa didaftarkan outsourcingnya. Oleh karena itu, nantinya dari Disnakertrans akan ada pembinaan ke rumah sakit agar secara perizinan alih dayanya bisa diarahkan melengkapi perizinannya.
“Itu yang akan kita lanjutkan, oleh bidang Hubungan Industrial (HI),” ujarnya.
Disinggung adanya pungutan pada calon tenaga kerja, seperti yang diadukan masa aksi, Diana mengatakan, masalah bayar kepada siapa dirinya belum tahu, namun secara regulasi normatifnya akan coba dikomunikasikan dengan pihak RSUD Adhyaksa, untuk melihat perizinan dan proses alih dayanya.
“(Soal pungli) Iya, itu dibuktikan kalau itu memang penipuan, dan sebagainya. Nanti coba dari sisi perizinannya, sudah ada belum? Perjanjian kerjanya didaftarkan ke kita enggak? Proses rekrutmennya seperti apa juga akan kita tanyakan nanti,” ujarnya lagi.
Selama ini, Diana mengatakan untuk lowongan kerja di RSUD Adhyaksa belum masuk informasinya kepada Disnakertrans.
“Belum ada masuk ke dinas,” pungkasnya. (sidik)
























