SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dalam beberapa bulan terakhir, laporan penemuan ular di kawasan pemukiman Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami peningkatan signifikan. Hampir setiap hari, regu penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menerima panggilan dari warga yang menemukan ular di rumah mereka, mulai dari jenis kobra hingga ular sanca berukuran besar.
“Hampir setiap hari kita rescue ular. Yang paling sering jenis sanca sama kobra jawa. Sanca terbesar panjang sampai lima meter,” ujar Komandan Regu Rescue Charlie Damkar Tangsel, Ilham saat dikonfirmasi, Minggu (29/6).
Ilham menjelaskan, peningkatan kasus ini bukan tanpa sebab. Kombinasi faktor geografis, perubahan cuaca, dan lingkungan permukiman yang kurang tertata menjadi pemicu utama ular-ular ini mulai memasuki wilayah hunian manusia.
“Sebenarnya memang untuk hewan reptil itu kita hidup berdampingan. Faktor kedua juga kadang di rumah rumah ada sumber makanan seperti kotoran tikus juga memancing ular masuk, bau tikus itu dia mencium aromanya,” jelasnya.
Dirinya melanjutkan, kondisi geografis kota berjuluk anggrek ini yang masih memiliki banyak area terbuka seperti kebun, semak, dan bantaran kali menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ular, terutama sanca dan kobra jawa. Tak hanya itu, pergantian musim dari penghujan ke kemarau juga memicu peningkatan aktivitas ular.
“Karena di Tangsel banyak habitatnya seperti pinggir kali. Untuk cuaca juga berpengaruh ular pada keluar, pergantian musim dari hujan ke kemarau kadang untuk bertemu bulan September-Oktober, makanya sudah mulai aktif,” katanya.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
Kata Ilham, faktor lainnya adalah keberadaan sumber makanan di sekitar rumah warga, terutama tikus. Aroma tikus bisa mengundang kedatangan ular yang mencari mangsa. Area yang jarang dibersihkan dan banyak barang menumpuk bisa menjadi tempat persembunyian favorit bagi ular, terutama jenis sanca.
“Terus ular sanca itu dia suka lebih ke tempat lembab, seringnya di plafon rumah,” sebutnya.
Terakhir, Ilham mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika menemukan ular, warga bisa mencoba mengusirnya dengan alat seadanya seperti sapu, namun hanya jika merasa yakin dan aman
“Apabila punya halaman dirapikan jangan terlalu rimbun. Untuk warga yang melihat ular gunakan alat seadanya seperti sapu diusir keluar saja kalau bisa. Kalau memang masih takut dan ragu bisa langsung telpon damkar melalui 112 atau nomor darurat kami 081900074,” pungkasnya. (eko)

















