SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Proses sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bergulir dan memasuki tahap jalur prestasi. Seiring proses tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel mencatat adanya peningkatan pengaduan dari masyarakat.
Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMP Dindikbud Kota Tangsel, Muhammad Noor mengungkapkan bahwa hingga Minggu (30/6/2025), sebanyak 178 aduan telah diterima melalui posko pengaduan resmi yang dibuka sejak 24 Juni lalu. Jumlah ini berdasarkan absensi harian yang dicatat oleh operator petugas di posko.
Noor menjelaskan untuk Selasa (1/7), setidaknya tercatat ada sekitar 38 wali murid yang mengajukan permintaan riset data. Meski demikian, petugas di Posko Pengaduan tetap mengakomodir dan membantu wali murid dalam melakukan riset data dan proses lainnya.
“Diharapkan proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan wali murid dapat memperoleh informasi yang akurat tentang proses pendaftaran,” ujarnya saat disela melakukan pelayanan di posko aduan yang berlokasi di SMPN 11 Tangsel, Selasa (1/7).
Noor menjelaskan bahwa saat ini SPMB telah melewati tahap pertama, yaitu jalur domisili. Proses seleksi pada jalur tersebut telah selesai di 24 SMP Negeri yang tersebar di Kota Tangsel. Mulai 1 Juli hingga 3 Juli, SPMB memasuki tahap kedua, yakni jalur prestasi nilai akademik.
“Untuk tahap satu alhamdulillah domisili kita sudah selesai di 24 SMP Negeri dan sudah diterima hari senin kemarin proses daftar ulang. Lalu mulai hari ini sampai 3 Juli masuk tahap dua dimana itu jalur prestasi nilai, dalam domisili 15 persen luar domisili 5 persen, untuk mutasi 5 persen dan prestasi non akademik 5 persen,” paparnya.
Baca Juga: Warga Situ Rompong Desak Kejari dan BPN Usut Dugaan Maladministrasi Penerbitan SHGB
Noor menambahkan, jenis aduan yang paling banyak diterima berkaitan dengan verifikasi data prestasi maupun klarifikasi terkait jalur afirmasi. Banyak wali murid menginginkan agar prestasi anaknya dapat dipertimbangkan dalam proses seleksi.
“Dan hari ini pun di pengaduan posko masih banyak yang pengaduan terkait paling banyak riset karena menginginkan anaknya punya prestasi atau afirmasi mohon diriset data. Dan kita di pos pelayanan tetap mengakomodir hal tersebut untuk melakukan riset afirmasi dan sebagainya. Per dua hari dari kemarin ada 50 untuk meriset data,” ungkapnya. (eko)
