SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang mendapat kuota 15 orang untuk mengirim siswa pada program Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintah pusat. Sekolah rakyat dilaksanakan pada jenjang SMA.
Ke-15 orang calon siswa tersebut berasal dari keluarga yang terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Mulyani menyampaikan, para siswa-siswi ini berasal dari 9 kecamatan di Kota Tangerang.
“Ini merupakan program nasional yang digagas oleh Pak Presiden Prabowo, jadi nanti ada beberapa tahap, untuk yang pertama ada 100 lokasi secara nasional. Di Provinsi Banten dilaksanakan di Tangsel yakni di BLK sebanyak 150 orang, sementara Kota Tangerang mendapat 15 orang yang berasal dari warga miskin dan penerima program keluarga harapan,” ujar Mulyani acara pelepasan calon siswa Sekolah Rakyat pada Senin (7//7/2025) pagi di halaman Plaza Puspem Kota Tangerang.
Mulyani menambahkan, ke depan Pemkot Tangerang mengusulkan sekolah rakyat juga dibangun di Kota Tangerang. “Mudah-mudahan ke depan bisa di Kota Tangerang (dibangun sekolah rakyat) da jika bisa dibangun di Kota Tangerang mungkin bisa menerima lebih banyak warga Kota Tangerang,” jelasnya.
Dia menekankan sistem pendidikan di sekokah rakyat menerapkan pola berasrama atau boarding school. Selain itu, semua biaya ditanggung oleh pemerintah pusat. “Jadi siswa cukup belajar dengan tekun sampai berhasil,” jelasnya.
Dinas Sosial dalam hal ini ujarnya hanya bertugas untuk membantu memfasilitasi, sedangkan biaya tanpa perlu mengeluarkan biaya. “Arahan dari pusat untuk pesertanya adalah kita memilih peserta dari keluarga program PKH. Melalui pendamping sosial maka dilakukan survei ke rumah masing-masing calon siswa dan ketika memenuhi persyaratan, maka mereka diterima,” jelas seraya menambahkan program sekolah rakyat sepertinya akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Sebanyak 22.867 Masyarakat Rentan Kota Tangerang Tercover BPJS Ketenagakerjaan
Sementara salah seorang siswa sekolah rakyat Meidina Lestari (16) menjelaskan, dirinya tertarik mengikuti sekolah rakyat setelah mendapat penawaran dari petugas pendamping sosial yang datang ke rumahnya.
“Jadi aku tertarik karena ditawarin, nanti katanya banyak teman dan juga mendapat lingkungan baru,” jelasnya. Namun meski tertarik, alumnus SMP Negeri 24 Kota Tangerang mengaku belum mempunyai gambaran seperti apa sekolah rakyat yang akan dijalaninya secara detail meski secara sekilas dirinya sudah diberitahu. “Seneng sih, apalagi nanti banyak teman,” jelasnya.
Untuk itu dirinya berharap sekolah rakyat bisa mengikuti banyak kegiatan sehingga dirinya bisa berkembang bersama rekan-rekannya. “Insya Allah sudah siap dan sudah melakukan persiapan apalagi sudah dapat izin dari mama dan aa (kakak-red),” jelas warga Kampung Poncol, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah ini. Meidina sendiri tak tahu kapan akan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat. “Mungkin bulan ini ya, nggak tahu sih persisnya,” pungkasnya.
Sementara Wali kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, program sekolah rakyat adalah bentuk keselarasan pemerintah pusat dan daerah dengan memberikan hak pendidikan kepada masyarakat. “Dan 15 siswa-siswi ini merupakan anak-anak yang termasuk dalam Program Keluarga Harapan,” ujar Wali Kota Sachrudin saat memimpin Apel Senin Pegawai Pemerintah kota Tangerang di ruang Akhlakul Karimah Puspem.
Sebagai informasi, terpilihnya 15 calon siswa SR telah melalui proses seleksi, di mana dari 28 kandidat yang memenuhi ketentuan dan bersedia ditempatkan di asrama hanya 15 calon siswa. Selain tempat tinggal dan fasilitas gratis, mereka akan mendapatkan pakaian seragam, alat tulis, hingga makan tiga kali sehari secara gratis.
Sachrudin, juga memberikan sejumlah penghargaan di bidang lingkungan hidup serta sosial, seperti pemenang Lomba Adiwiyata serta pemenang Pilar-pilar sosial di lingkungan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Karang Taruna di Kota Tangerang. (made)
