SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sebanyak 100 calon murid sekolah rakyat dari kalangan miskin ekstrem di Kabupaten Lebak secara perdana akan memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada bulan Agustus 2025 di Gedung BPMP, yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rangkasbitung. Gedung yang akan digunakan oleh para murid SR itu saat ini sedang dalam perbaikan sarana dan prasarana.
Sekolah rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk menyukseskan program tersebut pemerintah daerah masih melakukan perbaikan terhadap gedung.
“Iya betul, saat ini gedung sekolah masih dalam proses perbaikan, renovasi insfratruktur dan pengadaan penambahan sarana dan prasarana pembelajaran oleh pihak Kementerian PU di gedung sementara SR BPMP,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darma Putra, Minggu (13/7/2025).
Dia pun mengaku optimis bangunan tersebut selesai tepat waktu. Hal itu sesuai rencana yang disusun. Adapun sekarang ini jumlah calon murid yang terdaftar di SR sudah ada 100 orang, dengan kapasitas 4 rombongan belajar (Rombel). “Itu masing-masing per rombelnya 25 orang per kelas, jadi ada 100 orang,” ujarnya.
Eka menuturkan, untuk para siswa yang nantinya bersekolah di sekolah rakyat tersebut sebanyak 100 orang yang terdaftar berasal dari keluarga tidak mampu, miskin esktrem di Kabupaten Lebak. “Proses penjaringannya itu sudah ada dari Pusat, termasuk nama-namanya. Nanti pendamping PKH men-tracking calon siswa itu, berdasarkan data yang sudah ada di Kemensos,” katanya.
“Itu tanggal 14 Juli sekarang cek kesehatannya. Nanti cek kesehatannya itu mereka lari dulu, kalau ada yang sakit diobati sampai sembuh pokoknya. Begitupun dengan seragmanya, Itu sudah disiapkan ukuran bajunya, ukuran celananya, ukuran sepatunya dan lainya,” katanya.
Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Lebak Naik Jadi 270 Siswa
Menurutnya, sekolah rakyat bersifat boarding school, dengan kurikulum yang sama. Terlebih, anggaran yang dikucurkan untuk satu orang murid per satu tahun sebesar Rp 48 juta. “Jadi memang boarding, nanti mereka nginep di sana. Itu semuanya gratis ditanggung pusat, tadi itu makan saja untuk satu tahun Rp 48 juta,” bebernya.
Ia mengungkapkan, bahwa Pemkab Lebak dalam hal ini hanya mengkoordinasikan pada tingkat daerah, lantaran semuanya kebutuhan ditanggung oleh pemerintah pusat. “Itu semuanya difasilitasi sepenuh oleh APBN. Baik gaji guru, pembangunan, sarana, termasuk makan siswa juga. Ini sekolah luar biasa, yang menjamin kualitas pendidikan yang bermutu,” terang Eka.
Tak hanya siswa, kepala sekolah juga sudah disiapkan oleh pusat melalui tahapan seleksi yang dilakukan. Bahkan, kepseknya itu sudah ada calonnya, kemarin ikut retreat. Jadi semua Kepsek ikut retreat, sekitar 60 orang yang ikut. Ia berharap, kepada semua pihak agar sama-sama ikut serta mendukung SR yang ada di Kabupaten Lebak.
“Karena tujuan pemerintah sangat baik dan bagus. Apalagi semuanya sudah ditanggung oleh pemerintah Pusat, maka mari kita dukung program ini. Agar SDM di Lebak pinter, cerdas dan mandiri,” pungkasnya. (mulyana)
























