Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Ojol Ngotot Potongan 10 Persen dan Status

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 21 Jul 2025 18:22 WIB
Rubrik Nasional
Demo URC di Monas, Ojol Tolak 10 Persen

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Kamis (17/7). (DWI PAMBUDO / RM)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA — Ribuan pengemudi ojek online (ojol), taksi daring, dan kurir kembali menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin, 21 Juli 2025. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi yang sudah berlangsung sejak awal tahun, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan platform yang dinilai merugikan para pengemudi.

Aksi yang dimotori Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) dan Garda Indonesia itu diperkirakan diikuti sekitar 50 ribu pengemudi dari wilayah Jabodetabek. Mereka membawa beberapa tuntutan yang berkaitan dengan penurunan potongan komisi yang diambil platform digital dari penghasilan pengemudi, penetapan regulasi tarif pengantaran makanan dan barang, serta pengakuan status pekerja yang lebih layak.

Ketua SPAI Lily Pujiati mengatakan potongan komisi yang selama ini berlaku sudah sangat membebani pengemudi. Ia menyebut potongan platform bisa mencapai 70 persen dari total pembayaran konsumen. Sebagai contoh, jika konsumen membayar Rp18.000 untuk pengantaran makanan, pengemudi hanya menerima Rp5.200.

Kondisi ini terjadi karena pemerintah tidak mengatur tarif pengantaran makanan dan minuman, sehingga perusahaan platform menentukan tarif secara sepihak. “Akibatnya, terjadi monopoli tarif yang merugikan mitra pengemudi,” ujarnya.

Selain itu, pengemudi menolak berbagai skema yang diterapkan platform seperti hemat, argo goceng, slot, hub, comfort, dan prioritas, yang dianggap menurunkan pendapatan mereka.

Lily menegaskan bahwa hubungan kerja berbasis kemitraan yang selama ini digunakan platform merugikan pengemudi karena tidak memberikan jaminan sosial maupun upah layak. Sistem kemitraan tersebut bahkan telah ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM sejak Juli lalu karena dianggap tidak adil. Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari kementerian terkait.

Baca Juga: Menhub Hadir Mengiringi Keberangkatan 70 Mitra Driver Gojek ke Tanah Suci

SPAI mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR RI, untuk segera membahas status pekerja platform dalam Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Hal ini sejalan dengan hasil Konferensi Perburuhan Internasional ke-113 yang dihadiri Indonesia sebagai anggota ILO.

Selain menuntut penurunan potongan komisi menjadi maksimal 10 persen, pengemudi juga meminta DPR segera mengesahkan undang-undang khusus yang mengatur transportasi daring, Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan aturan tarif pengantaran makanan dan barang, dilakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan aplikator, serta penghapusan program keanggotaan berbayar yang diterapkan platform.

BeritaTerbaru

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB

Demonstrasi hari ini merupakan lanjutan dari serangkaian aksi yang telah digelar sepanjang 2025. Pada 17 Februari, ratusan pengemudi berunjuk rasa di depan Kementerian Ketenagakerjaan menuntut pemberian Tunjangan Hari Raya dan perlindungan kerja. Aksi itu juga disertai dengan pemadaman aplikasi secara massal selama satu hari penuh.

Kemudian pada 27 Februari, Garda Indonesia menggelar aksi bertajuk Ojol 272 di Patung Kuda dengan isu utama tarif dan potongan biaya aplikasi. Namun, aksi ini mendapat kritik dari Koalisi Ojol Nasional karena dinilai tidak mendapat dukungan luas.

Pada 20 Mei, sekitar 3.000 pengemudi kembali menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Perhubungan menolak rencana merger antara Gojek dan Grab yang dikhawatirkan akan menciptakan monopoli pasar. Mereka juga menuntut penghapusan status kemitraan dan pembahasan RUU Ketenagakerjaan secara serius.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengatakan seluruh aksi ini bertujuan agar pemerintah hadir memberikan perlindungan hukum yang adil bagi pengemudi daring. Ia menegaskan bahwa selama ini seluruh risiko kerja dibebankan kepada mitra tanpa adanya perlindungan memadai dari platform.

Baca Juga: Pos Jaga Jakarta di Flyover Ciputat Sediakan Layanan Ganti Oli Gratis untuk Ojol

“Harus ada regulasi yang berpihak pada pekerja,” ujarnya. (rmg/san)

Tags: aksigojekojek onlineojolPatung Kuda
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji
Nasional

Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Selasa, 1 Sep 2026 17:46 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas
Bisnis

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle
Nasional

Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle

Senin, 31 Agu 2026 17:31 WIB
Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan
Nasional

Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan

Senin, 31 Agu 2026 17:28 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

BUTUH PERBAIKAN : Rumah warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, butuh perhatian, karena kondisinya dalam keadaan tidak layak. (ISTIMEWA)

DPRKP Dinilai Hambat Visi Misi Kepala Daerah, Pengamat: Gubernur Andra Harus Bersikap

Selasa, 1 Sep 2026 13:09 WIB

Bawa Sajam, Remaja Diduga Hendak Tawuran Ditangkap Warga Batuceper

Minggu, 30 Agu 2026 12:38 WIB
SAPA NASABAH -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, saat menyapa dan berinteraksi langsung dengan para nasabah Bank Jabar Banten (Bjb) Cabang Pandeglang, dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026). (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Imbau Pelayanan Perbankan di Pandeglang Terus Ditingkatkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:27 WIB
Desak Usut Dugaan Jual Beli Titik Dapur SPPG, Massa Nyaris Adu Jotos dengan Petugas Kejari Lebak

Desak Usut Dugaan Jual Beli Titik Dapur SPPG, Massa Nyaris Adu Jotos dengan Petugas Kejari Lebak

Senin, 31 Agu 2026 17:53 WIB
Alam Sutera Tambah Hunian Premium, AGNA Resmi Diperkenalkan

Alam Sutera Tambah Hunian Premium, AGNA Resmi Diperkenalkan

Selasa, 1 Sep 2026 17:01 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.