SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Trailer perdana Avatar: Fire and Ash akhirnya dirilis pada Senin (28/7) melalui kanal resmi media sosial dan YouTube 20th Century Studios. Cuplikan berdurasi 2 menit 25 detik itu langsung menggugah rasa penasaran para penggemar dengan suguhan visual memukau dan konflik yang makin kompleks.
Film ini melanjutkan kisah Jake Sully (Sam Worthington) dan Neytiri (Zoe Saldaña) setelah kehilangan tragis putra sulung mereka, Neteyam (Jamie Flatters), dalam pertempuran melawan pasukan manusia RDA yang masih dipimpin oleh Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang).
Dalam trailer, keluarga Sully masih menetap bersama klan air Metkayina. Namun, trauma dan dendam mendalam terhadap “Sky People”—sebutan Na’vi untuk manusia—masih membayangi mereka.
Trailer diawali dengan narasi yang menyentuh, menggambarkan dampak emosional dari perang sebelumnya. Lo’ak (Britain Dalton), adik Neteyam, diperlihatkan terus dihantui rasa bersalah.
Neytiri tampak semakin terbakar amarah, sementara Jake tetap berusaha memimpin keluarganya keluar dari bayang-bayang kekerasan. Mereka pun mulai bermigrasi, menandai petualangan baru menjelajah sisi lain Pandora.
Salah satu sorotan utama trailer adalah kemunculan klan baru bernama Ash People, bangsa Na’vi dari elemen api yang selama ini belum diperkenalkan dalam dua film sebelumnya. Ash People digambarkan sebagai antagonis utama.
Ash People ramping, berpenampilan garang, dan memiliki kemampuan memanipulasi api. Klan ini dipimpin oleh Varang, karakter baru yang diperankan Oona Chaplin, yang tampil memukau dengan aura mengintimidasi.
Media hiburan seperti Collider dan IGN mencatat bahwa Ash People bukan hanya sekadar ancaman eksternal, tapi juga simbol perpecahan internal bangsa Na’vi sendiri. Sutradara James Cameron dalam wawancara terbarunya menegaskan bahwa ia ingin mengeksplorasi sisi gelap dari peradaban Na’vi.
“Tidak semua Na’vi itu suci dan harmonis. Akan ada konflik budaya, ideologi, dan bahkan kepercayaan yang saling bertentangan,” ujar Cameron.
Trailer juga mengisyaratkan bahwa Ash People bekerja sama dengan manusia melalui koneksi baru dengan RDA. Ini memperbesar skala konflik: bukan lagi sekadar Na’vi melawan manusia, tapi perang antar sesama Na’vi yang melibatkan teknologi manusia sebagai senjata tambahan.
Di salah satu adegan menegangkan, terlihat serangan gabungan antara pasukan Varang dan armada RDA, mengindikasikan klimaks film akan menjadi pertempuran epik yang melibatkan semua makhluk Pandora.
Film ketiga dari saga Avatar ini menyatukan kembali para pemeran utama dari dua film sebelumnya, seperti Sam Worthington, Zoe Saldaña, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Kate Winslet, Cliff Curtis, Giovanni Ribisi, hingga Edie Falco.
Aktor muda seperti Jack Champion, Trinity Jo-Li Bliss, Britain Dalton, dan Bailey Bass juga kembali memerankan karakter anak-anak Sully yang kini lebih menonjol peran dan emosi pribadinya.
Banyak pengamat memperkirakan Fire and Ash akan menjadi titik balik saga Avatar, yang kini tidak hanya mengandalkan kekuatan teknologi CGI, tetapi juga drama politik, keluarga, dan moralitas di antara ras alien yang tampak semakin kompleks. Fire and Ash dijadwalkan tayang pada 19 Desember 2025. (bbs)