SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Diduga akibat dihantam gelombang laut yang ganas, sebuah kapal penangkap ikan dengan total 28 Awak Buah Kapal (ABK), alami kecelakaan terbalik di perairan laut lepas Selat Sunda, Kamis (31/7/2025).
Informasi yang didapat, atas kejadian itu menyebabkan 7 orang awak kapal melompat ke laut, untuk menyelamatkan diri.
Koordinator Boedak Saung Rescue (BSR) Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Aang Wardani mengatakan, dari 7 orang yang melompat tersebut, 4 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan 3 orang masih belum ditemukan (dalam proses pencarian).
“Keberadaan kapal dan 21 orang awak kapal lainnya, hingga kini belum diketahui secara pasti,” kata Aang, Kamis (31/7/2025).
Ia menambahkan, data korban selamat yang berada di Kampung Sindang, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang diantaranya, Satrio (34) warga Kampung Kedewan, Desa Kedewan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, ada Restu (19) warga Kampung Peloso, Desa Penjalinan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: 601 Kecelakaan Laut, Manifes Penumpang Tak Sesuai Fakta
“Yang selamat ada 4 orang, untuk 2 orang lainnya ada di Desa Batu hideung, masih dalam pendataan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi pula tambah Aang, 3 orang lainnya belum ditemukan. Sedangkan 21 orang lainnya, dimungkinkan masih berada dalam kapal.
“Hanya saja, posisi kapalnya juga sampai saat ini belum diketahui,” tandasnya.
Ditambahkannya, korban selamat telah diamankan dan ditangani sementara oleh warga dan aparat desa setempat. Karena, semuanya terlihat masih syok dan butuh istirahat serta penanganan ekstra.
Pemerintah Desa Rancapinang, menurutnya, telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaporkan kejadian ini.
Diharapkan adanya tindak lanjut dari instansi berwenang, seperti Basarnas, BPBD, Kepolisian, dan Dinas Sosial, guna upaya pencarian dan evakuasi lebih lanjut.
Baca Juga: Nelayan di Lebak Diduga Hilang di Laut Usai Nyalakan Genset
Terpisah, Kanit Basarnas Pandeglang, Galih Prasetyo, mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan kejadian tersebut.
“Kini pihaknya sedang mempersiapkan segala kebutuhan, untuk pencarian korban yang belum diketahui maupun yang belum ditemukan,” pungkasnya. (mardiana)
























