Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

CKG Pendidikan 53 Juta Siswa Dimulai, Masalah Gigi dan Anemia Dominan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 4 Agu 2025 18:33 WIB
Rubrik Nasional
CKG Pendidikan 53 Juta Siswa Dimulai, Masalah Gigi dan Anemia Dominan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di SMP 5 Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pemeriksaan kesehatan murid sekolah dasar hingga menengah atas dimulai secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya transformasi layanan primer yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan anak usia sekolah dan remaja.

Kegiatan bertajuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini akan rutin dilakukan setiap tahun dengan menyasar 53 juta pelajar secara nasional. Pemeriksaan difokuskan pada anak usia 7 sampai 17 tahun di semua jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA, dan dilakukan di sekolah oleh tim dari puskesmas.

“Kita ingin seluruh anak-anak Indonesia diperiksa kesehatannya minimal sekali dalam setahun. Dengan data ini, kita bisa tahu apa masalah kesehatan yang dominan di masing-masing daerah dan segera memberikan intervensi,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8).

Ia menambahkan, pendekatan ini tidak hanya penting untuk mencegah penyakit sejak dini, tetapi juga akan memperbaiki kualitas pembelajaran karena kesehatan berkaitan langsung dengan konsentrasi dan kemampuan belajar anak.

Jenis pemeriksaan dalam program CKG ini dirancang sesuai tahapan usia dan jenjang pendidikan. Untuk murid SD, fokus utamanya adalah pemeriksaan status gizi (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar lengan), kesehatan gigi dan mulut, serta pengukuran kebugaran jasmani.

Pada jenjang SMP, pemeriksaan ditambah dengan deteksi anemia melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb), pemeriksaan tekanan darah, penglihatan, pendengaran, dan status kebugaran lebih lanjut.

BeritaTerbaru

370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB

Sementara untuk siswa SMA, pemeriksaan mencakup seluruh item di atas, dengan tambahan skrining risiko penyakit tidak menular dan masalah kesehatan mental tertentu yang relevan untuk remaja.

“Kita menyesuaikan jenis pemeriksaannya. Kalau di SMA tentu sudah perlu cek anemia, tekanan darah, dan kebugaran lebih serius. Sedangkan di SD mungkin cukup fokus di tumbuh kembang dan gigi,” jelas Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, saat meninjau CKG di SDN Cideng 02, Jakarta.

Sebelum pelaksanaan CKG secara menyeluruh di seluruh sekolah, program ini telah resmi dijalankan lebih dahulu di 72 Sekolah Rakyat yang tersebar di enam provinsi. Dari pelaksanaan awal tersebut, ditemukan tiga masalah kesehatan terbanyak: gangguan kesehatan gigi dan mulut (46 persen), kebugaran jasmani (30 persen), dan anemia.

Masalah gigi yang paling sering ditemukan adalah karies aktif dan sisa akar gigi yang belum ditangani. Anak-anak juga banyak yang tidak mampu menyelesaikan uji kebugaran sesuai usia. Sementara anemia paling banyak ditemukan pada remaja perempuan.

“Hasil dari 72 Sekolah Rakyat ini kita pakai sebagai dasar membuat rekomendasi intervensi. Anak-anak yang anemia kita beri edukasi gizi dan tablet tambah darah, yang kurang bugar kita dorong senam dan olahraga harian, dan yang bermasalah di gigi kita rujuk ke Puskesmas,” ujar Maria Endang.

Ia menekankan, tindak lanjut tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga kolektif di tingkat sekolah. Misalnya, dengan menggalakkan kembali kegiatan senam pagi ‘Pagi Ceria’, edukasi gizi, dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri.

Pemeriksaan dilakukan sepenuhnya secara gratis. Anak-anak yang perlu penanganan lanjutan akan dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika wilayah sekolah tersebut sudah masuk skema Universal Health Coverage (UHC), biaya pengobatan juga akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

“Kalau kabupatennya sudah UHC, maka pengobatan atau pemeriksaan lanjutan juga gratis. Tidak ada biaya untuk orang tua,” ujar Menkes Budi.

Ia berharap, data hasil CKG bisa diintegrasikan ke dalam sistem SATUSEHAT agar status kesehatan anak-anak bisa terus dipantau sepanjang jenjang pendidikan mereka.

CKG akan dilaksanakan serentak setiap tahun, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru. Dengan begitu, hasil pemeriksaan bisa digunakan untuk menyusun intervensi kebijakan dan kegiatan UKS selama satu tahun penuh.

“Dulu UKS itu sering jalan sendiri-sendiri. Sekarang dengan adanya data dari CKG, sekolah dan dinas kesehatan bisa menyusun program yang lebih berbasis bukti,” kata Maria Endang.

Kemenkes menargetkan, seluruh sekolah di Indonesia bisa menjadikan pemeriksaan ini sebagai bagian rutin dari kegiatan belajar-mengajar. Dengan deteksi dini, anak-anak Indonesia diharapkan bisa tumbuh lebih sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan saat ini 16 juta orang di seluruh Indonesia telah menjalani program CKG sejak dimulai pada 10 Februari 2025.

“Per kemarin sudah 16 juta orang yang dicek. Sekarang per harinya saya lihat rata-rata 250 sampai 280 ribu anak diperiksa,” kata dia. (rmg/san)

Tags: Cek Kesehatan Gratispelajarpuskesmassiswa
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Aturan Porprov Banyak Dilanggar, KONI Kabupaten Tangerang Protes KONI Banten

Aturan Porprov Banyak Dilanggar, KONI Kabupaten Tangerang Protes KONI Banten

Rabu, 13 Mei 2026 20:16 WIB
Wabup Intan Dorong Bank Sampah Bencongan Jadi Model Ekonomi Sirkular

Wabup Intan Dorong Bank Sampah Bencongan Jadi Model Ekonomi Sirkular

Kamis, 14 Mei 2026 11:59 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(ISTIMEWA/SATELITNEWS.COM)

Melanggar WFH, ASN Pemprov Terjaring Razia Kendaraan

Minggu, 10 Mei 2026 18:12 WIB
Ingin Kuliah Gratis, 1.458 Pemuda Tangerang Berebut Beasiswa Tangerang Gemilang

Ingin Kuliah Gratis, 1.458 Pemuda Tangerang Berebut Beasiswa Tangerang Gemilang

Selasa, 12 Mei 2026 19:30 WIB
DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Guru Madrasah Digaji Rp65 Ribu

DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Guru Madrasah Digaji Rp65 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 19:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.