SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mengakui, kurang “Gercep’ atau Gerak Cepat, dalam menjalankan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan dengan Polda Banten.
Pasalnya, saat ini Polda Banten sudah mempunyai 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tersebar di sejumlah wilayah hukum Polda Banten.
Dari 14 SPPG itu, dua diantaranya sudah beroperasi yakni SPPG di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang dan SPPG Polresta Tangerang 1, yang saat ini sedang menunggu proses terbitnya virtual account.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah, pada saat Grounbreaking SPPG Primkopol Gakuba Polda Banten di Kota Serang, Rabu (6/8/2025), mengakui jika jajaran Polda Banten lebih cepat bergerak dalam menjalankan beberapa program prioritas Presiden Prabowo, dibandingkan dengan Pemprov Banten.
Wagub mencontohkan, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dimana Polda Banten sudah mempunyai 14 SPPG, sementara Pemprov Banten belum berjalan.
Selain itu, dalam program swasembada pangan dan jagung, Polda Banten sudah jauh bergerak sementara Pemprov belum maksimal.
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
“Kita kalah dengan Polda. Polda lebih terdepan. Lebih greget. Dari mulai urusan jagung, pangan sampai SPPG. Oleh karena itu, Pemprov merasa terbantu,” katanya.
Untuk itu, Dimyati mengajak kepada Kapolda dan Wakapolda Banten, untuk bersama-sama meningkatkan sinergitas dalam mensukseskan beberapa program prioritas Presiden Prabowo. Karena selain MBG, ada juga program lainnya yang harus kita sukseskan yakni, Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
“Program prioritas presiden itu kalau kita lihat mencakup sandang, pangan dan papan,” pungkasnya.
Dikatakan Dimyati, program MBG ini sangat penting dilaksanakan pertama untuk meningatkan kesehatan anak-anak dan masyakat. Ini merupakan kunci utama yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Sehingga presiden betul-betul memberikan perhatian besar terhadap persoalan ini.
“Selain itu, dengan pemenuhan gizi yang cukup, anak-anak kita sebagai generasi masa depan akan semakin berprestasi. Mereka juga akan focus belajar karena perut mereka terisi dengan cukup. Selain itu yang tak kalah penting juga program MBG ini dapat meringankan beban orang tua,” ujarnya.
Efek domino lainnya, karena MBG ini akan diberikan kepada ibu hamil dan usia rentan, maka ini akan dapat mencegah terjadinya stunting atau gangguan tumbuh kembang anak. Ini penting karena bagaimana generasi bangs akita akan maju apabila masih terdapat stunting.
Baca Juga: Antisipasi TPPO dan Kekerasan, Polda Banten Massifkan Edukasi Ke Masyarakat
Irwasda Polda Banten Hendra Kurniawan mengatakan, 12 SPPG Polda Banten dan Polres jajaran yang akan melaksanakan grounbreaking terdiri dari SPPG Primkopol Gakuba Polda Banten, di Kota Serang, Dua unit SPPG Polresta Tangerang, 1 unit SPPG Polresta Serang Kota, 3 unit SPPG Polres Cilegon, 2 unit SPPG Polres Serang, 1 unit SPPG Polres Pandeglang dan dua unit SPPG Polres Lebak.
“Ada 3 unit SPPG diantaranya bantuan dari Irwasum yang ditempatkan di wilayah hukum Polres Serang Pandeglang dan Lebak,” katanya.
Dikatakan Hendra, pembangunan 14 SPPG itu melalui beberapa skema dari mulai Kerjasama dengan Pemda Kota maupun Kabupaten. Ada juga dengan koperasi serta dengan pihak ketiga Dimana di dalam pelaksanaannya dibawah pengelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari daerah Banten bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“SPPG yang digunakan, ada yang membangun dari awal, ada juga yang hanya melakukan renovasi saja,” ujarnya.
Apabila 14 SPPG itu beroperasi, Hendra memperkirakan, dapat melayani penerima manfaat sekitar 36.000 siswa.
“Kalau masuk semua termasuk ibu hamil dan balita itu bisa mencapai 48.000,” imbuhnya.
Baca Juga: Akibat Jual Beli 6.877 titik SPPG, MBG Boros Rp1 T/ Bulan
Wakapolda Banten Brigadir Jendral Hengki menegaskan, jika pembangunan SPPG ini bukan hanya sekedar Pembangunan fisik belaka, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran polri terhadap pelayanan sosial yang berdampak langsung kepada masyrakat, khususnya dalam Upaya pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil dan balita.
“Kita memiliki tangungjawab besar untuk memamstikan setiap SPPG bisa berfungsi maksimal. Oleh karena itu, seluruh jajaran untuk terus melakukan pengawasan evaluasi dan kolaboasi yang berkelanjutan,” katanya.
Hengki berharap, kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, tapi menjadi tonggak awal dari sebuah perjalanan panjang yang penuh makna. Sebuah komitmen nyata, dalam menciptakan generasi bangsa yang lebih sehat, kuat dan sejahtera.
“Semoga apa yang kita mulai hari ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Banten dan Indonesia yang lebih gemilang,” pungkasnya. (luthfi)
