SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kabar duka datang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Suriah. Pekerja migran itu bernama Nurlaela (50). Menurut keluarga, warga Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tersebut, meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Berdasarkan informasi, Nurlaela berangkat bekerja ke Suriah pada Desember 2024 silam. Kabar duka diterima keluarga pada Minggu, 5 Juli 2025, dari pihak agency yang memberangkatkannya. Namun demikian, pihak keluarga tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab kematian wanita berusia 50 tahun tersebut. “Yang ngasih informasinya mereka (agency), bahwa ibu meninggal dunia,” kata Siti Robiah, anak almarhumah, kepada wartawan, Kamis (14/8/2025).
“Kami tidak tahu kalau sakit atau tidak, soalnya agency bilangnya meninggal karena sakit saja. Jenazah juga tidak bisa dipulangkan karena terkena virus,” ujar Robiah menceritakan informasi dari agency. Menurut Robiah, ibunya berangkat tidak melalui jalur resmi alias ilegal setelah diajak oleh warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, yang berperan sebagai sponsor TKI.
Ia juga menyebut, Nurlaela dimakamkan di Suriah pada 23 Juli 2025, hampir 20 hari setelah wafat. “Cuma dikasih Rp1,5 juta, katanya tidak ada uang lagi. Padahal di perjanjian katanya asuransi cair pas 40 hari almarhum, tapi nyatanya tidak ada,” jelasnya.
Ia menyebutkan, agency yang memberangkatkan ibunya yaitu bernama Nadia Sibli. Ibunya tersebut baru bekerja enam bulan bekerja di negara tersebut. Robiah juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak agency, lantaran tidak memberikan santunan atau asuransi sebagaimana yang dijanjikan. “Itu nama agency sponsornya Nadia Sibli,” pungkasnya.
Dihubungi melalui telepon selulernya, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, oleh SatelitNews.Com, Rully Chaeruliyanto mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Namun, dirinya hingga saat ini dirinya belum mendapatkan kabar dari kementerian terkait adanya warga atau TKI asal Lebak yang meninggal di Suriah.
Baca Juga: THR di Lebak Dibayar Paling Telat H-7
Disinggung apakah TKI yang meninggal di Suriah itu ilegal? Rully menegaskan biasanya kalau ada TKI yang meninggal melalui pemerintah ada komunikasi dari kementerian namun terkait ini hingga saat ini itu belum ada. “Daftar di kita (TKI Nurlaela bekerja di Suriah) itu tidak ada, nah biasanya kalau ada TKI asal Lebak yang meninggal itu ada komunikasi namun hingga saat ini itu tidak ada dari pusat,” kata Rully. “Saya harap pihak keluarga coba datang ke kantor (Disnaker) untuk melaporkan. Karena kita tidak tahu kabar keberangkatannya maupun kabar duka ini,” tandasnya.(mulyana)
